Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi (kiri). (Foto: Dokumentasi Fraksi PKS)

Politik

Dorong Regulasi AI, Legislator PKS: Manusia Harus Tetap Pengendali Utama

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 23:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kian pesat mendorong pemerintah dan parlemen segera menyiapkan regulasi yang adaptif dan komprehensif.

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan bahwa teknologi AI tidak boleh lepas dari kendali manusia.

“AI itu hanyalah alat. Manusia tetap harus menjadi pengendali utama,” ujar Aboe Bakar dalam keterangannya, dikutip Kamis, 30 April 2026.


Menurut dia, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam merumuskan payung hukum yang menyeluruh terkait pemanfaatan AI, mulai dari aspek perlindungan data pribadi hingga etika penggunaannya.

Politikus senior PKS itu mengakui penyusunan regulasi AI tidak bisa dilakukan secara instan. Proses pembentukan aturan, kata dia, membutuhkan waktu panjang agar mampu menjawab dinamika teknologi yang terus berkembang.

Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki undang-undang khusus yang mengatur AI secara komprehensif. Aturan yang ada masih tersebar di berbagai sektor dan belum terintegrasi dalam satu kerangka hukum nasional.

“Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan celah dalam pengawasan, terutama terkait perlindungan data pribadi, etika penggunaan AI, serta mitigasi risiko penyalahgunaan teknologi,” jelasnya. 

Legislator Dapil Kalimantan Selatan I itu lebih lanjut menyoroti pentingnya memperkuat komunikasi antara parlemen dan kalangan akademisi. Ia menilai hubungan keduanya selama ini belum berjalan optimal, padahal perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan masukan berbasis riset.

Habib Aboe juga mengingatkan bahwa pengembangan teknologi harus tetap berorientasi pada kepentingan manusia. Tanpa kesiapan sumber daya manusia dan sistem pendidikan yang memadai, pemanfaatan AI berpotensi menimbulkan kesenjangan baru.

Di sisi lain, pengamat dan akademisi mendorong DPR tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi menindaklanjuti masukan publik dan kampus ke dalam proses legislasi yang konkret.

Keterlibatan publik dinilai penting untuk memastikan regulasi AI memiliki legitimasi kuat serta mampu menjawab kebutuhan lintas sektor.

Momentum perkembangan AI saat ini disebut sebagai peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia dalam memperkuat ketahanan digital nasional. Tanpa regulasi yang memadai, kekhawatiran teknologi berkembang tanpa kontrol bukan tidak mungkin menjadi kenyataan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya