Berita

Ilustrasi Sinkhole (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Mengenal Sinkhole, Lubang Raksasa di Tengah Kebun Warga Gunungkidul

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 19:46 WIB | OLEH: TIFANI

Fenomena tanah ambles atau sinkhole ditemukan di Banagung, Tileng, Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lubang tersebut pertama kali muncul setelah hujan lebat pada 4 Maret 2026 dan hingga kini terus mengalami pelebaran.

Seiring waktu, ukuran lubang dilaporkan membesar hingga mencapai diameter sekitar 10 meter dengan kedalaman kurang lebih empat meter. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama karena lubang muncul di lahan produktif.

Apa Itu Sinkhole?


Sinkhole adalah fenomena geologi berupa lubang besar di permukaan tanah yang terbentuk akibat runtuhnya lapisan tanah di bawahnya. Runtuhan ini terjadi karena bagian bawah tanah mengalami pelarutan atau pengosongan, sehingga tidak lagi mampu menopang beban di atasnya.

Fenomena ini umumnya terjadi di wilayah dengan jenis batuan yang mudah larut oleh air, seperti batu kapur, batuan karbonat, atau lapisan garam. Saat air hujan meresap ke dalam tanah, batuan tersebut perlahan terkikis dan membentuk rongga di bawah permukaan.

Dalam banyak kasus, proses terbentuknya sinkhole berlangsung secara perlahan tanpa tanda yang jelas. Namun, ketika rongga di bawah tanah sudah cukup besar dan lapisan di atasnya tidak kuat, tanah bisa runtuh secara tiba-tiba dan membentuk lubang besar.

Bagaimana Sinkhole Terbentuk?

Proses pembentukan sinkhole biasanya diawali dari masuknya air ke dalam tanah. Air ini kemudian melarutkan batuan di bawah permukaan, sehingga menciptakan ruang kosong yang semakin lama semakin membesar.

Selain itu, perubahan kondisi air tanah juga berperan penting. Penurunan muka air tanah, perubahan aliran, hingga gangguan sistem hidrologi dapat membuat struktur tanah menjadi tidak stabil dan memicu runtuhan.

Tidak hanya faktor alami, aktivitas manusia juga bisa mempercepat terjadinya sinkhole. Beberapa di antaranya seperti pengambilan air tanah secara berlebihan, kebocoran pipa bawah tanah, serta sistem drainase yang kurang baik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya