Berita

SPPI menggelar demo di depan Istana Negara, Jakarta berkaitan peringatan 40 hari kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. (Foto: Dok. SPPI)

Nusantara

Pergerakan Pemuda Demo 40 Hari Kasus Andrie Yunus di Depan Istana Negara

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 17:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Puluhan pemuda yang tergabung dalam Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI) menggeruduk depan Istana Presiden, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis, 30 April 2026.

Kedatangan mereka untuk menggelar aksi solidaritas memperingati 40 hari kasus teror penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Dalam orasinya, Koordinator SPPI Agnes Emil mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi Sjafrie Sjamsoeddin dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan RI.


"Aksi teror ini jelas mengancam prinsip supremasi sipil. Lebih bahayanya lagi, teror ini bisa menjadi ancaman terhadap delegitimasi pemerintahan Presiden Prabowo. Maka itu kami mendesak Presiden segera evaluasi Sjafrie," ujar Agnes di lokasi aksi.

Ia menyayangkan sikap bungkam Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada keterangan resmi apalagi permohonan maaf dari petinggi di Kemenhan tersebut, padahal empat pelaku yang terlibat diduga dari prajurit TNI.

"Sjafrie Sjamsoeddin harus meminta maaf secara terbuka kepada publik. Satuan BAIS adalah bagian dari pertahanan negara, namun hari ini diduga kuat menjadi alat untuk meneror masyarakat sipil," tegasnya.

Senada dengan itu, orator lainnya, Anang menyebut bungkamnya Menhan sangat kontras dengan reaksi Presiden Prabowo yang sebelumnya sempat mengecam keras aksi tersebut sebagai tindakan terorisme.

Selain itu, SPPI juga mengajak seluruh aktivis untuk bersatu menyuarakan penyelamatan demokrasi dan supremasi sipil. Jika kasus ini didiamkan, dikhawatirkan ancaman serupa bisa menimpa aktivis lainnya di masa depan.

"Teror ini bukan hanya soal Andrie Yunus secara pribadi. Ini ancaman serius. Jika tidak dilawan sekarang, besok lusa kita semua bisa 'di-Andrie Yunus-kan'," pungkas Agnes.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya