Berita

Sawit (Foto: PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)

Bisnis

Laporan Pasar CPO: Tren Kenaikan Harga Menjelang Libur Nasional

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 14:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives Exchange kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Kamis, 30 April 2026.

Kontrak acuan untuk pengiriman Juli ditutup naik sebesar 34 Ringgit atau sekitar 0,74 persen, sehingga mencapai level 4.612 Ringgit atau setara dengan 1.162 Dolar AS per ton metrik pada jeda tengah hari.

Kenaikan ini sekaligus memperpanjang tren positif mingguan selama dua pekan berturut-turut dengan akumulasi kenaikan sekitar 0,33 persen sepanjang pekan ini.


Penguatan harga ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental dari sisi pasokan dan pengaruh eksternal pasar energi. Dari sisi domestik produsen utama, Indonesia diperkirakan akan mengalami penurunan produksi yang signifikan. 

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, baru-baru ini memproyeksikan bahwa produksi tahun ini bisa merosot hingga 2 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya akibat dampak cuaca kering El Nino dan kendala pemupukan. Kondisi ini dipertegas dengan langkah Pemerintah Indonesia yang menaikkan harga acuan CPO periode Mei menjadi USD 1.049,58 per ton metrik.

Di saat yang sama, ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga minyak mentah global. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dari kawasan tersebut membuat minyak sawit menjadi lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel. 

Selain itu, pelemahan nilai tukar Ringgit terhadap Dolar AS turut memberikan keuntungan bagi pembeli luar negeri karena membuat harga komoditas ini menjadi lebih murah dalam mata uang asing.

Kenaikan harga sawit juga mendapat sokongan dari penguatan harga minyak nabati pesaing di pasar global. 

Di bursa Dalian, kontrak minyak kedelai dan minyak sawit masing-masing mengalami kenaikan yang signifikan, sementara harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga bergerak di zona hijau. 

Secara teknikal, analis memperkirakan harga CPO berpotensi menguji level resistance di angka 4.639 Ringgit, dengan peluang kenaikan lanjutan menuju kisaran 4.760 Ringgit jika momentum penguatan ini terus berlanjut. 

Mengingat pasar akan ditutup pada hari Jumat untuk hari libur nasional, para pelaku pasar cenderung mempertahankan posisi mereka berdasarkan fundamental yang semakin membaik ini.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya