Berita

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN), Harjito. (Foto: Humas BGN)

Nusantara

Pejabat BGN: Nama Saya Sering Dipakai untuk Penipuan

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 03:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN), Harjito mengungkapkan bahwa namanya kerap dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam praktik penipuan yang menyasar pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengatasnamakan dirinya dalam komunikasi resmi palsu, terutama terkait pembukaan suspend dan kegiatan inspeksi mendadak (sidak). 

"Nama saya sering dipakai untuk penipuan. Sudah banyak yang tertipu," ungkap Harjito dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.


Berbeda dengan modus penipuan pada umumnya, pelaku tidak meminta imbalan atau uang secara langsung. Namun, mereka menggunakan surel dengan kop atau identitas yang menyerupai BGN, meski bukan berasal dari kanal resmi instansi. 

Hal ini kerap membuat penerima pesan percaya bahwa informasi tersebut valid dan berasal dari otoritas yang sah. Harjito menegaskan bahwa seluruh komunikasi resmi BGN hanya dilakukan melalui saluran dan domain yang telah ditetapkan secara resmi. 

Dia mengimbau agar masyarakat, khususnya pengelola SPPG, lebih berhati-hati terhadap surat atau email yang mencurigakan.

"Jika menerima email atau surat yang mengatasnamakan BGN tetapi menggunakan kop tidak resmi atau sumber yang tidak jelas, sebaiknya tidak langsung ditindaklanjuti. Lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi," tegasnya.

Untuk mencegah korban lebih luas, Harjito meminta agar setiap dugaan penipuan segera dilaporkan kepada pihak berwenang maupun melalui kanal pengaduan resmi BGN. Dia menekankan pentingnya kewaspadaan bersama guna menjaga integritas program pemenuhan gizi nasional.

Ke depan, BGN akan memperkuat sistem komunikasi dan sosialisasi kepada publik agar masyarakat semakin mudah membedakan informasi resmi dan palsu, serta meminimalisir potensi penyalahgunaan nama lembaga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya