Berita

Roy Suryo. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi, Bahkan Lebih Parah

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 01:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dianggap sebagai jiplakan dari sang ayah, mantan Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikan pakar telematika yang juga tersangka kasus ijazah Jokowi, Roy Suryo dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu malam, 29 April 2026.

Awalnya, Margi Syarif selaku host menanyakan soal pernyataan Gibran yang menganggap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai mentor dan panutan.


Lantas, Roy Suryo menimpali bahwa pernyataan itu tak ubahnya sebagai sikap lamis (munafik dalam bahasa Jawa) seperti Jokowi.
 
“Sangat (mirip), like father like son. Itu bahkan nggak hanya 11-12, kalau istilah Jawa-nya itu plek ketiplek. Maaf saya harus bilang copy paste bahkan lebih parah,” ucap Roy.

Mantan Menpora itu kemudian mengarah pada riwayat pendidikan Gibran yang sempat diungkap oleh Rismon Sianipar.

“Bapaknya nggak punya ijazah, anaknya nggak punya riwayat pendidikan. Makanya jangan heran atau jangan marah, kalau kami waktu itu, terus berteriak. Waktu itu masih ada Rismon, bahkan Rismon yang sudah menuliskan buku ‘Gibran End Game’,” jelasnya.

Roy menegaskan kembali bahwa ungkapan Gibran kepada JK sama saja seperti sikap munafik yang penuh kepura-puraan.

“Intinya Gibran juga sama (dengan Jokowi). Gibran juga sebenarnya melakukan itu (pujian ke JK) dengan lamis. Supaya seolah-olah dia, itu muridnya loh. Tapi kan kelakuannya nggak kayak itu,” pungkasnya.    

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya