Embarkasi Bekasi menerapkan sistem one stop service untuk jemaah haji. (Foto: BPKH)
Embarkasi Bekasi terus meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 melalui penerapan sistem one stop service yang terintegrasi.
Melalui sistem ini, jemaah tidak perlu berpindah lokasi untuk mengurus berbagai keperluan sebelum keberangkatan. Seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran Nusuk, pembagian gelang identitas, pemeriksaan kesehatan hingga distribusi living cost, dirancang dalam satu rangkaian layanan.
Pendekatan ini tidak hanya ditujukan untuk efisiensi, tetapi juga untuk memastikan kondisi jemaah tetap sehat menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Sejumlah jemaah merasakan langsung dampak dari peningkatan layanan tersebut. Mereka menilai proses yang dijalani kini jauh lebih mudah dan terorganisir.
“Alhamdulillah memudahkan semuanya, terima kasih atas perhatian pemerintah. kami sudah lihat hotelnya juga dekat alhamdulillah,” kata seorang jemaah dikutip dari Instagram @BPKH pada Rabu 29 April 2026.
Selain layanan teknis, jemaah juga menyoroti peran pengelolaan dana haji melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang dinilai turut mendukung kelancaran proses keberangkatan.
"Terima kasih kepada BPKH yang sudah mengelola dana haji. Sehingga dana haji lebih rasional dan membantu jamaah bisa lebih mudah untuk berangkat dengan
living cost,” tambah jemaah lainnya.
Kepala Subbagian Umum Asrama Haji Bekasi, Kania Budhi Utami, memastikan berbagai aspek layanan telah dipersiapkan secara matang.
Ia menjelaskan bahwa akomodasi menjadi salah satu fokus utama, mulai dari penyediaan kamar yang nyaman hingga kelengkapan penunjang seperti bed cover dan amenities. Tak hanya itu, layanan tambahan juga disiapkan untuk kelompok jemaah dengan kebutuhan khusus.
“Layanan yang pertama, yang terpenting itu akomodasi ya. Kamar-kamar yang nyaman, kemudian bed cover, amenitiesnya juga. Ada juga layanan tambahan, diantaranya ada layanan lansia, disabilitas dan perempuan,” jelasnya.
Kania juga menyoroti kontribusi BPKH dalam mendukung operasional layanan di lapangan, khususnya dalam distribusi perlengkapan jemaah. Menurutnya, bantuan fasilitas seperti kendaraan sangat membantu petugas dalam menjangkau area yang lebih luas di lingkungan asrama.
“Kalau misalnya di Aula Arafah, kami menggunakan trolley. Tapi untuk di Aula yang, untuk yang kamar-kamar yang agak jauh, kami menggunakan mobil dari BPKH,” pungkasnya.