Berita

Mobil taksi Green SM yang mengalami kecelakaan dengan KRL di lintasan sebidang Ampera Bekasi Timur (RMOL/Jamaludin Akmal)

Nusantara

Kemenhub Lakukan Audit Menyeluruh terhadap Green SM Usai Kecelakaan di Bekasi

RABU, 29 APRIL 2026 | 11:44 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memulai audit investigasi secara menyeluruh terhadap perusahaan taksi hijau Green SM yang terlibat dalam kecelakaan di perlintasan sebidang Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur. 

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran standar keselamatan dalam operasional perusahaan angkutan umum tersebut.

Menteri Perhubungan Duddy Purwagandhi menyampaikan bahwa audit tidak hanya berfokus pada satu aspek, tetapi mencakup seluruh elemen perusahaan, mulai dari operasional, aspek teknis kendaraan, hingga sumber daya manusia. 


Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai secara menyeluruh bagaimana perusahaan menjalankan layanan kepada publik serta apakah seluruh prosedur keselamatan telah dipatuhi dengan benar.

"Kemarin kami sudah mulai melakukan audit investigasi kepada perusahaan taksi hijau yang kemarin terlibat dalam kecelakaan khususnya di pool. Di mana taksi tersebut base atau ditempatnya. Jadi audit investigasi yang kami lakukan meliputi seluruh aspek baik itu aspek operasional, aspek teknis, kemudian juga sumber daya manusia dan ini masih berlangsung.” ujar Duddy kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu 29 April 2026.

Duddy menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Apabila dalam proses audit ditemukan pelanggaran yang bersifat serius, Kemenhub tidak akan ragu untuk menjatuhkan tindakan atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Hasil dari audit investigasi tersebut nantinya akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan. Pemerintah menekankan bahwa evaluasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan standar keselamatan transportasi umum tetap terjaga.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya