Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Naik Lagi Hampir 3 Persen

RABU, 29 APRIL 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melonjak, didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan dari Selat Hormuz yang dinilai lebih berpengaruh dibanding keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC dan OPEC+.

Dikutip dari Reuters, Rabu 29 April 2026, pada penutupan Selasa, kontrak minyak Brent untuk Juni naik 2,8 persen menjadi 111,26 Dolar AS per barel dan mencatat kenaikan selama tujuh hari berturut-turut. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3,7 persen menjadi 99,93 Dolar AS per barel, bahkan sempat menembus level 100 Dolar AS pada awal perdagangan.

Keputusan UEA keluar dari OPEC sempat menahan kenaikan harga minyak. Namun, dampaknya tidak sebesar yang diperkirakan karena tambahan produksi dari negara tersebut sulit disalurkan selama jalur ekspor di Selat Hormuz masih terganggu.


Terkait konflik, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak senang dengan proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang, sehingga perundingan damai kembali buntu dan jalur pelayaran tetap terganggu. Selat ini sendiri merupakan jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Data pelacakan kapal menunjukkan gangguan nyata di kawasan tersebut, dengan sejumlah kapal tanker terpaksa berbalik arah akibat blokade. Meski demikian, beberapa kapal masih berhasil melintas, termasuk kapal tanker LNG milik perusahaan energi Abu Dhabi yang menjadi kapal pertama melintasi selat sejak konflik dimulai pada akhir Februari.

Di sisi lain, jumlah minyak mentah yang tertahan di kapal tanker global meningkat tajam hingga lebih dari 153 juta barel, level tertinggi sejak Januari. Kondisi ini menunjukkan distribusi minyak global masih terganggu dan menambah tekanan terhadap pasokan dunia.

Bank Dunia memperkirakan harga energi global bisa naik hingga 24 persen sepanjang 2026, bahkan jika gangguan pasokan mulai mereda dalam beberapa bulan ke depan. Risiko kenaikan harga dinilai masih tinggi karena pemulihan arus pengiriman melalui Selat Hormuz diperkirakan baru berlangsung bertahap hingga sekitar Oktober.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya