Berita

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha C. Nasir (Foto: Kemlu RI)

Dunia

RI Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan Strategis dengan ASEAN di Tengah Gejolak Global

RABU, 29 APRIL 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama strategis antara ASEAN dan Uni Eropa di tengah dinamika geopolitik serta geoekonomi global yang kian tidak menentu. 

Seruan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha C. Nasir, dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa ke-25 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Selasa, 28 April 2026. 

Forum tingkat tinggi itu dipimpin bersama oleh Menlu II Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa, dengan fokus utama memperkuat kemitraan strategis yang setara dan saling menguntungkan.


Dalam pertemuan yang menjadi bagian penting menjelang 50 tahun hubungan ASEAN-Uni Eropa pada 2027 itu, Arrmanatha menegaskan bahwa kolaborasi kedua kawasan harus melampaui simbol diplomatik semata dan mampu menghadirkan dampak konkret bagi publik serta dunia usaha. 

“Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa bukan sekadar simbol. Manfaatnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku bisnis, serta dapat diandalkan oleh pasar. Untuk itu, kita perlu mendorong terwujudnya Comprehensive Economic Partnership Agreement antara ASEAN dan EU,” tegasnya.

Indonesia juga menaruh harapan besar agar Uni Eropa mengambil peran lebih konstruktif dalam menjaga keterbukaan, keadilan, dan stabilitas sistem internasional. 

Menurut Arrmanatha, kolaborasi yang lebih erat antara Uni Eropa, ASEAN, dan negara-negara Global South menjadi kunci penting dalam menghadapi tekanan global sekaligus menjaga keseimbangan tata kelola dunia.

Selain isu ekonomi dan geopolitik, Wamenlu RI menyoroti urgensi reformasi sistem multilateral agar lebih inklusif, efektif, dan relevan dengan tantangan zaman. 

Indonesia memandang sinergi ASEAN-Uni Eropa perlu diarahkan untuk memperkuat tata kelola global yang responsif terhadap perubahan dunia, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan strategis lintas kawasan.

Di sela agenda utama, Arrmanatha juga menggelar sejumlah pertemuan kehormatan dan bilateral dengan Menlu Brunei Darussalam, High Representative Uni Eropa, serta pejabat tinggi Austria, Polandia, Portugal, dan Jerman.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya