Berita

Anggota Komisi I DPR Gavriel P. Novanto. (Foto: Istimewa)

Politik

Bukan Hanya Aparat, Menjaga Kedaulatan Tanggung Jawab Bersama Rakyat

SELASA, 28 APRIL 2026 | 21:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pertahanan negara di era modern tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat melalui konsep pertahanan semesta.

Begitu dikatakan anggota Komisi I DPR Gavriel P. Novanto dalam Webinar Literasi Digital bertema “Pertahanan Semesta: Penguatan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta dalam Menjaga Kedaulatan Negara di Era Modern” pada Selasa 28 April 2026.

Menurut Gavriel, tantangan kedaulatan negara saat ini berkembang sangat cepat, mulai dari ancaman siber, disinformasi, konflik geopolitik, gangguan ekonomi global, hingga kejahatan lintas negara. 


Karena itu, sambung Legislator Partai Golkar ini, sistem pertahanan nasional harus adaptif, modern, dan berbasis kolaborasi nasional.

“Pertahanan semesta adalah kekuatan kolektif bangsa. Menjaga kedaulatan negara bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia,” ujar Gavriel.

Ia menjelaskan bahwa konsep Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) merupakan strategi nasional yang relevan hingga saat ini.

"Karena sistem itu menempatkan rakyat sebagai kekuatan pendukung utama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan negara," katanya.

Pada sisi lain, Gavriel juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai bagian dari pertahanan nasional. 

Menurutnya, masyarakat harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menangkal hoaks, serta menjaga persatuan di ruang digital agar tidak mudah terpecah oleh provokasi.

“Serangan informasi dan disinformasi dapat melemahkan persatuan bangsa. Karena itu, masyarakat yang cerdas digital adalah bagian penting dari pertahanan negara,” tandasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya