Berita

bank bjb menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. (Foto: Dok. bank bjb)

Bisnis

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

SELASA, 28 APRIL 2026 | 19:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara hybrid dari Gedung Negara Pakuan (Bale Pakuan) Bandung, Selasa, 28 April 2026.

Sejumlah keputusan strategis diambil dalam forum tersebut, mulai dari pembagian dividen hingga perombakan jajaran direksi dan komisaris.

Dalam agenda penggunaan laba, pemegang saham menyepakati pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per saham. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat kinerja solid perseroan sekaligus komitmen memberi nilai tambah bagi investor.


Selain itu, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris.

Di sisi tata kelola, pemegang saham menyetujui penunjukan akuntan publik serta pengkinian rencana aksi pemulihan (recovery plan) guna memperkuat mitigasi risiko di tengah dinamika ekonomi.

Agenda lain yang tak kalah krusial adalah perubahan anggaran dasar seiring penetapan bank bjb sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK).

RUPST juga memutuskan perubahan struktur manajemen. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat transformasi digital, tata kelola perusahaan, serta peningkatan kualitas layanan.

Sejumlah nama baru masuk dalam jajaran komisaris dan direksi, termasuk penunjukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen, yang efektif setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali menegaskan, figur-figur yang diusulkan merupakan sosok berintegritas.

“Saya merekomendasikan orang-orang dalam bank bjb yang menurut saya memiliki integritas,” ujar Dedi.

Ia juga menilai Susi Pudjiastuti memiliki kapasitas memberi pertimbangan strategis dalam pengambilan keputusan.

Sepanjang 2025, bank bjb mencatat kinerja positif. Total aset mencapai Rp221,3 triliun, menjadikannya bank pembangunan daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia. Capaian tersebut ditopang penguasaan pasar yang kuat, penguatan teknologi, serta sinergi dengan pemegang saham utama.

Melalui RUPST ini, bank bjb menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Banten, sekaligus memperkuat fondasi bisnis yang berkelanjutan.

Berikut daftar anggota Direksi dan Dewan Komisaris bank bjb terbaru:

Komisaris Utama Independen
Susi Pudjiastuti

Komisaris Independen
Novian Herodwijanto
Eydu Oktain Panjaitan

Komisaris
Rudie Kusmayadi
Herman Suryatman 
Tomsi Tohir

Direktur Utama
Ayi Subarna

Direktur Kepatuhan
Asep Dani Fadillah

Direktur Keuangan
Hana Dartiwan

Direktur Korporasi dan UMKM
Mulyana

Direktur Konsumer dan Ritel
Nunung Suhartini

Direktur Teknologi Informasi
Muhammad As’adi Budiman

Direktur Operasional
Herfinia.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya