Berita

Pelari Kenya Sabastian Sawe mencetak rekor bersejarah di ajang London Marathon (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Flo Track)

Bisnis

Saham Adidas Naik Setelah Sabastian Sawe Pecahkan Rekor Maraton di Bawah 2 Jam

SELASA, 28 APRIL 2026 | 07:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Adidas naik sekitar 1,5 persen setelah pelari Kenya Sabastian Sawe mencetak rekor bersejarah di ajang London Marathon. 

Kenaikan saham ini menunjukkan sentimen positif investor terhadap Adidas, terutama di tengah persaingan ketat dengan rival utamanya, Nike, dalam pasar sepatu lari berteknologi tinggi atau “sepatu super”.

Dikutip dari Reuters, Selasa 28 April 2026, Sawe mencatat waktu 1 jam 59 menit 30 detik, menjadikannya pelari pertama yang menyelesaikan maraton resmi di bawah dua jam. Prestasi ini memecahkan rekor dunia sebelumnya 2:00:35 yang dicatat oleh Kelvin Kiptum pada Chicago Marathon tahun 2023. Rekor maraton di bawah dua jam selama ini dianggap sebagai salah satu batas paling sulit ditembus dalam dunia atletik.


Keberhasilan tersebut dikaitkan dengan sepatu Adizero Adios Pro Evo 3 yang digunakan Sawe. Adidas menyebut sepatu ini memiliki bobot rata-rata hanya 97 gram, sekitar 30 persen lebih ringan dibanding pendahulunya, serta mampu meningkatkan efisiensi lari hingga 1,6 persen berkat teknologi busa inovatif dan pelat karbon. Sawe sendiri menyebut sepatu itu sangat ringan dan nyaman, sehingga membantu meningkatkan performanya.

Dominasi Adidas juga terlihat pada atlet lain. Pelari Ethiopia Yomif Kejelcha yang finis kedua serta Tigst Assefa, yang memecahkan rekor dunia khusus wanita, sama-sama mengenakan sepatu seri yang sama. Bahkan di garis start maraton, semakin banyak pelari terlihat memakai sepatu Adidas atau merek lain seperti Puma, sementara sepatu Nike yang sebelumnya dominan mulai jarang terlihat.

Pasar sepatu lari global memang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, memicu persaingan teknologi antarprodusen. Merek spesialis seperti Hoka dan On ikut menikmati lonjakan permintaan. Sementara itu, Nike dinilai tertinggal dalam inovasi, meski perusahaan tersebut berencana meluncurkan versi terbaru sepatu maraton Alphafly dan Vaporfly pada akhir tahun ini.

Meski mencatat kenaikan, secara keseluruhan performanya masih menghadapi tekanan. Sejak awal tahun 2026, saham perusahaan ini tercatat turun sekitar 18 persen, dipicu kekhawatiran terhadap tarif Amerika Serikat dan dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap rantai pasok global.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya