Berita

(Foto: Dok. BPKH)

Nusantara

BPKH: Uang Saku Diterima Jemaah Haji Sebelum Terbang

SABTU, 25 APRIL 2026 | 15:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH memastikan distribusi living cost atau uang saku bagi jemaah haji Indonesia dilakukan menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

Proses distribusi dilakukan secara bertahap di berbagai embarkasi di seluruh Indonesia, termasuk di Embarkasi Solo, Jawa Tengah.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati menyampaikan, penyaluran uang saku ini menjadi bagian dari komitmen pelayanan kepada jemaah agar memiliki bekal selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. 


"Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian layanan terpadu yang diterima jemaah sebelum diberangkatkan," ujar Sulistyowati kepada wartawan, Jumat, 24 April 2026.

Setiap jemaah menerima uang saku sebesar 750 Riyal Arab Saudi (SAR) per orang. Dana tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan operasional selama berada di Tanah Suci, termasuk untuk keperluan harian tambahan dan pembayaran Dam atau denda haji.

Sulistyowati menyatakan pengelolaan keuangan haji dilakukan secara amanah dan profesional sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh jemaah. 

Kataya, BPKH diamanahkan untuk mengelola keuangan haji, dan dana haji terus tumbuh. Pada 2025, BPKH memperoleh nilai manfaat sekitar Rp 12 triliun dengan total dana kelolaan mencapai Rp180 triliun. 

"Nilai manfaat tersebut didistribusikan kepada jemaah tunggu maupun jemaah yang berangkat, termasuk pemberian living cost sebesar 750 riyal," ujarnya.

Pada penyelenggaraan haji 2026, jemaah juga mendapatkan layanan one stop service di embarkasi. 

Sistem ini memungkinkan seluruh proses pelayanan dilakukan secara terintegrasi dalam satu lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengambilan data, pemasangan gelang identitas, pengecekan dokumen nusuk, hingga penerimaan living cost.

"Melalui layanan yang terintegrasi tersebut, BPKH berharap seluruh proses keberangkatan jemaah haji Indonesia dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar menuju Tanah Suci," demikian Sulistyowati.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya