Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

SENIN, 20 APRIL 2026 | 22:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membandingkan kebijakan harga LPG subsidi 3 kilogram (kg) dengan LPG nonsubsidi yang mengalami kenaikan.

Menurutnya, sejak pertama kali diterapkan pada 2007, harga LPG 3 kg tidak pernah dinaikkan oleh pemerintah. 

Namun, ia mengakui masih ada persoalan di tingkat distribusi yang membuat harga di masyarakat melampaui ketentuan pemerintah.


"Tapi kalau untuk LPG (subsidi) 3 kilogram, sejak LPG diterapkan, tahun 2006, atau 2007 LPG itu, sampai dengan sekarang, belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah. Yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan," ujar Bahlil di kantornya, pada Senin, 20 April 2026.

Ia juga menyinggung penertiban distribusi LPG subsidi dengan pembatasan pembelian yang sempat dilakukannya pada Februari 2025, namun mendapat sentimen negatif dari masyarakat.

"Itu kira-kira dulu kalian masih ingat kan, tahun 2025 Februari, yang kalian-kalian juga hajar saya kan waktu itu. Itu waktu itu saya mau tata, untuk betul-betul yang subsidi itu adalah yang menerima yang berhak," lanjutnya.

Menurut Bahlil, pemerintah saat itu ingin memastikan harga LPG subsidi tetap sesuai ketentuan yang berlaku di masyarakat.

"Dengan harga yang betul-betul diterapkan. Harga yang diterapkan waktu itu berapa? Rp17.000 sampai Rp18.000 itu harga subsidi, harus sampai di rakyat. Tapi kan ada yang sampai Rp25.000 waktu itu buat. Tapi begitu kita mau tertibkan ya macem-macem lah, tapi yaudah lah, sudah berlalu. Sekarang yang penting Hormuz baik kok," tegasnya.

Di sisi lain, Bahlil menegaskan kondisi tersebut berbeda dengan LPG nonsubsidi. Ia menyebut harga LPG nonsubsidi memang tidak diatur pemerintah dan sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar.

"Nah, kenapa harganya naik? Saya katakan bahwa kita mengatur harga yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya nggak naik itu adalah yang bersubsidi. Sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri, restoran, hotel. Jadi itu memang tidak kita atur harganya, jadi menyesuaikan dengan harga pasar, begitu bos," tandas dia.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga telah menyesuaikan harga LPG nonsubsidi per 18 April 2026.

Harga Bright Gas 5,5 kg kini berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp134.000 per tabung. Sementara Bright Gas 12 kg berkisar antara Rp220.000 hingga Rp265.000 per tabung tergantung wilayah.


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya