Berita

Kepala BPOM Taruna Ikrar. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Nusantara

BPOM Perluas Vaksin untuk Dewasa Cegah Lonjakan Campak

SENIN, 20 APRIL 2026 | 15:11 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lonjakan kasus campak di Indonesia mendorong perubahan kebijakan vaksinasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat sebanyak 2.220 kasus dengan kejadian luar biasa (KLB) di lebih dari 60 lokasi.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut, tren terbaru menunjukkan campak tidak lagi hanya menyerang anak-anak, tetapi juga mulai berdampak pada kelompok dewasa, termasuk tenaga kesehatan.

“Kasusnya sudah banyak di dewasa, bahkan ada yang meninggal,” ujar Taruna di Gedung DPR, Senin, 20 April 2026.


Selama ini, vaksin campak yang tersedia umumnya diperuntukkan bagi anak. Namun, dengan perubahan pola penyebaran dan risiko yang meluas, BPOM memutuskan memperluas indikasi vaksin agar bisa digunakan pada kelompok dewasa, khususnya yang berisiko tinggi.

Kelompok tersebut antara lain tenaga kesehatan, lansia, pelaku perjalanan, serta individu dengan kondisi imun lemah atau gangguan metabolik.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi independen BPOM yang turut melibatkan pendapat ahli dan second opinion dari World Health Organization.

Taruna menegaskan, langkah ini merupakan respons terhadap perubahan ancaman penyakit yang kini lebih luas dan kompleks. 

“Awalnya hanya untuk anak, sekarang kita perluas karena risikonya sudah ke dewasa,” jelas dia.

Saat ini, vaksin yang telah diperluas penggunaannya tersebut sudah tersedia dan mulai digunakan, termasuk produk dalam negeri dari Bio Farma.

BPOM menilai, perluasan vaksinasi ini menjadi bagian dari upaya pengendalian wabah sekaligus perlindungan kelompok rentan di tengah meningkatnya kasus campak di berbagai daerah.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya