Berita

Kebersamaan Gibran Rakabuming dan Jusuf Kalla. (Foto: Youtube Setpres)

Politik

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

SENIN, 20 APRIL 2026 | 12:50 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang mengungkit peranannya terhadap suksesi Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden ke-7 RI, dinilai bukan hanya karena kesal terhadap buzzer-buzzer yang kerap disebut Termul alias Ternak Mulyono.

Pengamat Citra Institute, Efriza memandang, ada sesuatu hal yang prinsipal bagi JK, sehingga harus mengungkap peranannya dalam suksesi Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI.

Menurutnya, salah satu yang menyinggung JK bukan sekadar bualan para Termul terkait dengan tudingan pada kasus ijazah Jokowi, tapi juga terkait sikap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.


"Sikap Jusuf Kalla(JK) menunjukkan kemarahan dirinya. Jika dicermati JK marah sebagai akumulasi dari dirinya yang dilecehkan oleh Termul maupun juga dilakukan oleh Gibran sebagai Wakil Presiden," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin, 20 April 2026.

Dia menuturkan, salah satu sikap Gibran yang membuat JK geram adalah terkait dengan usulan kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

"Seperti, pertama, ketika Gibran menyatakan meminta maaf kepada Jusuf Kalla karena usul untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto," tuturnya. 

Dalam budaya politik Indonesia, Efriza memandang seharusnya Gibran tidak langsung menyampaikan kepada publik dalam merespon pernyataan JK.

"Meski dengan rasa hormat atas saran dari JK, tetapi pernyataan Gibran tentu kurang bijaksana karena tidak dilakukan dengan misalnya berdiskusi bersama JK sebagai rasa hormat lainnya sebagai mantan wakil presiden dua periode," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya