Berita

Ilustrasi penembakan. (Foto: artificial intelligence)

Dunia

Brutal! Seorang Ayah Tembak Mati 8 Anak, 7 di Antaranya Anak Kandung

SENIN, 20 APRIL 2026 | 07:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tragedi berdarah mengguncang publik Amerika Serikat (AS). Seorang pria di Shreveport, Louisiana nekat menghabisi nyawa delapan anak dalam aksi penembakan brutal pada Minggu, 19 April 2026.

Mirisnya, tujuh dari delapan korban jiwa adalah anak kadung pelaku. Pelaku teridentifikasi bernama Shamar Elkins yang juga tewas diterjang timah panas polisi setelah sempat terlibat aksi kejar-kejaran dan pembajakan mobil di bawah ancaman senjata api.

Juru bicara Kepolisian Shreveport, Chris Bordelon mengungkapkan, para korban yang tewas masih berusia sangat belia, berkisar antara satu hingga 12 tahun. Tragedi ini terjadi di dua lokasi rumah yang berbeda.


Selain delapan bocah yang tewas, dua orang dewasa lainnya dilaporkan terluka, termasuk ibu dari anak-anak pelaku.

"Ini adalah TKP yang sangat luas, tidak seperti apa pun yang pernah kami lihat sebelumnya," ujar Bordelon dikutip dari Aljazeera, Senin, 20 April 2026.

Meski motif pasti penembakan masih didalami, pihak kepolisian meyakini bahwa insiden berdarah ini murni masalah domestik atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Catatan kepolisian menunjukkan, Elkins bukan orang baru bagi aparat lantaran pernah ditangkap pada 2019 terkait kasus senjata api.

Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux menyebut insiden ini sebagai tragedi paling kelam yang pernah melanda kota tersebut.

"Ini adalah situasi yang sangat tragis, mungkin situasi paling tragis yang pernah kami alami," ungkap Arceneaux.

Tragedi di Louisiana ini menambah panjang daftar kelam kekerasan senjata di Negeri Paman Sam. Berdasarkan data Gun Violence Archive, sepanjang tahun 2026 ini saja, telah terjadi sedikitnya 119 insiden penembakan massal di Amerika Serikat yang telah merenggut 117 nyawa, termasuk 79 anak-anak.

Kematian delapan anak di tangan ayah kandung ini kembali memicu perdebatan panas mengenai kontrol senjata dan penanganan kesehatan mental di AS yang hingga kini masih menjadi isu krusial yang belum terselesaikan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya