Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Dok. PDIP)

Politik

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

SABTU, 18 APRIL 2026 | 19:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepentingan bangsa sangat diperlukan. 

Berkenaan dengan itu, kekuatan pertahanan Indonesia harus dibangun dengan misi menjaga perdamaian dunia, di mana doktrin, postur, dan strateginya disusun berdasarkan cara pandang geopolitik.

Begitu kata Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dalam pidatonya pada Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu, 18 April 2026. 


?Megawati menuturkan bahwa kesadaran geopolitik merupakan alasan utama Presiden pertama RI, Soekarno, mendirikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Namun, ia memberikan kritik tajam terhadap perkembangan lembaga tersebut saat ini.

?“Guna membangun pentingnya pemikiran geopolitik, Bung Karno mendirikan Lemhannas. Lemhannas jangan dipersempit maknanya hanya menjadi lembaga yang mengeluarkan sertifikat kepemimpinan,” tegas Megawati.

?Menurut Megawati, Lemhannas seharusnya menjadi wahana penggemblengan bagi calon pemimpin dari berbagai latar belakang, mulai dari sipil, militer, profesional, pakar, budayawan, hingga representasi kepemimpinan adat. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral ini untuk kemajuan bangsa.

?“Semua wajib bersatu dalam pemikiran dan cita-cita untuk Indonesia Raya. Semua harus bonded, menjadi satu kekuatan progresif bagi kemajuan peradaban bangsa,” katanya.

?Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses di Lemhannas harus mampu menyatukan perasaan senasib sebagai satu bangsa yang membentuk cita-cita masyarakat adil dan makmur.

?“Disatukan dengan tanah airnya yakni bumi, udara, tanah, dan air sebagai ruang hidup warga Indonesia,” demikian Megawati.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya