Berita

Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah sambutan di acara peringatan 71 Tahun Konferensi Asia-Afrika (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Peringati 71 Tahun KAA: Pemikiran Bung Karno tentang Imperialisme Makin Relevan

SABTU, 18 APRIL 2026 | 11:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PDIP memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan menggelar seminar nasional di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

Acara yang menghadirkan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai keynote speech ini mengangkat tema “Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini”.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP Bonnie Triyana, serta para narasumber seperti Prof Hikmahanto (Pakar Hubungan Internasional), Dr. Dina Sulaeman (Pakar Timur Tengah), Andi Widjayanto (Eks Gubernur Lemhanas), dan Heri Akhmadi (mantan Dubes Jepang). Acara ini juga dihadiri anggota DPR Fraksi PDIP dan sejumlah aktivis, antara lain Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid.


Dalam sambutannya, Ahmad Basarah menegaskan bahwa Konferensi Asia Afrika yang digelar 18-24 April 1955 di Bandung merupakan warisan paling gemilang dari Presiden Soekarno. 

“Bung Karno sebagai pendiri bangsa, proklamator, penggali Pancasila, dan Bapak Bangsa Indonesia," tegas Basarah.

Melalui KAA, Bung Karno membuktikan bahwa bangsa Asia dan Afrika memiliki hak menentukan masa depannya sendiri tanpa intervensi kolonial dan imperialis. Basarah mengutip langsung pidato Bung Karno yang menggugah: "Lahirkanlah Asia Baru dan Afrika Baru."

Basarah juga menegaskan bahwa Bung Karno menyatakan kemerdekaan dan perdamaian adalah dua hal tak terpisahkan. 

“Perdamaian adalah prasyarat bagi kemerdekaan, sebab tanpa perdamaian, kemerdekaan akan kehilangan makna dan nilainya," kata Basarah.

Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri itu mengingatkan bahwa kolonialisme belum sepenuhnya berakhir, melainkan bertransformasi menjadi neo-kolonialisme dalam bentuk dominasi ekonomi, ketergantungan teknologi, dan tekanan geopolitik. 

Ia pun menyoroti krisis global seperti konflik bersenjata, rivalitas AS-Tiongkok, perang Rusia-Ukraina, agresi militer AS-Israel terhadap Iran, penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, hingga blokade AS terhadap Kuba.

Basarah mengungkapkan bahwa Bung Karno telah meramalkan ketidakstabilan akibat kapitalisme dan imperialisme sejak dekade 1920-an. Dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi (1964), Bung Karno menyebut imperialisme sebagai wujud paling agresif dari kapitalisme. 

“Runtuhnya kolonialisme lama tidak berarti berakhirnya imperialisme. Imperialisme akan terus berganti wajah, berganti strategi, dan berganti instrumen," ungkap Basarah.

Basarah juga mengaitkan pemikiran Bung Karno dengan kondisi Iran. Dalam memoar pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei yang wafat akibat agresi militer AS-Israel pada 28 Februari 2026 lalu, disebutkan bahwa Khamenei muda mengenal pemikiran Bung Karno di penjara rezim Shah pada pertengahan 1970-an. Basarah menyebut konsep Resistance Economy Iran selaras dengan semangat berdikari dalam Trisakti.

Basarah mempertanyakan komitmen bangsa Indonesia saat ini. 

“Jika bangsa Iran saja mampu mempraktikkan ajaran Trisakti Bung Karno, bagaimana dengan pemerintah dan bangsa Indonesia saat ini?" kata Basarah.

Terkait peran Megawati Soekarnoputri, Basarah menegaskan bahwa Ketua Umum PDIP tersebut tidak hanya menjaga kesinambungan pemikiran Bung Karno tentang imperialisme, Trisakti, dan Gerakan Non-Blok, tetapi juga mengaktualisasikannya dalam diplomasi global. Megawati disebut menjadi bagian komite internasional Zayed Award for Human Fraternity dan secara konsisten diundang ke berbagai forum dunia di Vatikan, Timur Tengah, Tiongkok, hingga Semenanjung Korea.

Basarah menambahkan bahwa para duta besar negara sahabat kerap datang langsung berdialog dengan Megawati. Basarah menilai diplomasi yang dijalankan Megawati adalah diplomasi peradaban yang melampaui batas negara, agama, dan kepentingan jangka pendek. 

Ia menegaskan bahwa Megawati dengan tegas berdiri pada prinsip warisan Bung Karno, yaitu penyelesaian konflik melalui dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional, bukan kekerasan.

Lebih jauh, Basarah berharap acara ini menjadi ruang dialektika untuk memperkuat solidaritas Global South, mewujudkan Trisakti sebagai kebijakan negara, serta memperkuat peran Indonesia menjaga perdamaian dunia. 

Legislator PDIP itu pun mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan 71 tahun KAA sebagai momentum memperkuat komitmen ideologis, konstitusional, dan kemanusiaan. 

“Mari kita hidupkan kembali Semangat Bandung, mari kita wujudkan Trisakti sebagai jalan nyata kemerdekaan sejati," demikian Basarah.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya