Berita

Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Jimly Asshhiddiqie. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Prof. Jimly Singgung Kualitas Pemilu RI Mengkhawatirkan

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 21:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Jimly Asshhiddiqie, khawatir dengan kualitas pemilihan umum (Pemilu) saat ini dapat menggerus indeks demokrasi Indonesia di tingkat global jika tak segera diperbaiki.

Hal itu dia sampaikan saat berpidato dalam acara peluncuran bukunya berjudul "Etika yang Melembaga", di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 17 April 2026.

"Core businessnya demokrasi itu kan pemilu dan kepartaian, pemilu itu kan rutin 5 tahunan kalau pemilu itu gak beres, gak bisa kita berharap demokrasi berkembang kualitas dan integritasnya," ujar Jimly. 


Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) itu menilai, di momentum non tahapan saat ini sudah saatnya dilakukan perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu.

"Pemilu ini kalau enggak kita beresin, repot ini jadi tren menurun. Itu bukan cuman Indonesia, tapi global. Secara global demokrasi regression itu nyata kok di seluruh dunia," tuturnya. 

Oleh karena hal terpenting demokrasi adalah bagaimana negara dapat menjaga kualitas Pemilu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga mendorong perbaikan juga dilakukan oleh partai-partai politik, karena sangat mempengaruhi kualitas demokrasi di Indonesia. 

"Begitu juga partai, kalau partai begini-begini aja, tidak ada internalisasi demokrasi, bagaimana mungkin dia bisa diharapkan untuk efektif membangun external demokrasi," demikian Prof. Jimly menambahkan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya