Berita

Ketua Umum DPP PDIP (PDIP) Megawati Soekarnoputri (Foto: Dokumen PDIP)

Politik

Megawati Tekankan Disiplin dan Tata Kelola Organisasi saat Buka Pelatihan Kader PDIP

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 10:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara resmi membuka agenda penguatan organisasi bagi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) pengurus daerah se-Indonesia di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis malam, 16 April 2026.

Kegiatan ini digelar secara luring dan daring, serta dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, bersama jajaran pengurus lainnya. Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan, baik secara langsung maupun melalui Zoom. Program ini direncanakan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti proses kaderisasi secara utuh. Menurutnya, kehadiran fisik saja tidak cukup, kader juga harus mampu menunjukkan pemahaman melalui tugas kepemimpinan dan manajerial.


Materi pelatihan mencakup ideologi, geopolitik, nilai-nilai Pancasila, narasi pembebasan rakyat, hingga penguatan kepemimpinan dan manajemen organisasi guna mengoptimalkan fungsi partai.

Hasto Kristiyanto menambahkan, Sekolah Partai merupakan ruang pelembagaan ideologi sekaligus penguatan semangat perjuangan kader. Ia mendorong peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum membangkitkan energi perjuangan, serta menginternalisasi setiap materi sebagai pedoman dalam berpolitik.

“Kepercayaan rakyat menjadi modal penting dalam pemenangan Pemilu 2029,” tegas Hasto.

Dalam arahannya, Megawati menekankan pentingnya pemahaman berpikir kritis-dialektis ala Soekarno, agar kader memiliki visi masa depan yang kuat sekaligus tetap membumi di tengah rakyat. Ia juga memberikan peringatan tegas kepada kader agar bekerja maksimal, tidak melakukan korupsi, serta aktif turun ke masyarakat.

Megawati turut menyoroti dinamika global, khususnya ketegangan Iran–Israel di Selat Hormuz yang berpotensi berdampak pada perekonomian nasional. Ia menginstruksikan kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDIP untuk melakukan penghematan anggaran, mengutamakan prioritas kebutuhan rakyat, serta mendorong program padat karya.

Di dalam negeri, Megawati menyinggung kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti cabai, berdasarkan laporan yang diterimanya dari masyarakat. Ia meminta kader untuk lebih aktif turun ke akar rumput dan menghadirkan solusi konkret, termasuk melalui program ketahanan pangan keluarga dan edukasi makanan bergizi guna menekan angka stunting.

Megawati juga mengingatkan posisi PDIP sebagai penyeimbang di luar kabinet pemerintahan. Ia menegaskan agar seluruh kader tetap disiplin, tidak melanggar hukum, dan menjaga integritas.

Dalam aspek organisasi, Megawati menguraikan peran KSB secara spesifik. Ketua diminta mampu mengonsolidasikan anggota hingga ke tingkat bawah, sekretaris bertanggung jawab atas operasional partai, sementara bendahara diwanti-wanti untuk menjaga tata kelola keuangan secara transparan dan tidak mencampur uang pribadi dengan dana organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya rapat rutin di tingkat daerah, minimal sekali dalam sepekan setiap hari Selasa, dengan sistem absensi yang ketat. Selain itu, kantor sekretariat partai diminta selalu siap melayani masyarakat, termasuk dalam proses pembuatan KTA.

Menurut Megawati, tujuan utama dari pelatihan ini adalah membangun partai yang kuat secara ideologis dan dekat dengan rakyat.

“Kemenangan bagi kita bukan sekadar elektoral, tetapi ketika rakyat merasakan kehadiran partai dan keadilan. Saya ingin PDI Perjuangan tetap menjadi sokoguru bagi negara dan bangsa,” tegasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya