Berita

Ilustrasi (RMOL via AI)

Bisnis

Gencatan Senjata Israel-Lebanon Bikin Wall Street Solid

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks saham utama di Wall Street kembali mencetak rekor berkat optimisme meredanya ketegangan di Timur Tengah. 

Sentimen positif muncul setelah adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Israel dan Lebanon selama 10 hari, serta sinyal kemungkinan lanjutan dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dikutip dari Reuters, Jumat 17 April 2026, pada penutupan Kamis, indeks Dow Jones naik 0,24 persen ke 48.578,72. Indeks S&P 500 menguat 0,26 persen ke 7.041,28, sementara Nasdaq naik 0,36 persen ke 24.102,70. S&P 500 dan Nasdaq bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi intraday, dengan Nasdaq mencatat kenaikan selama 12 hari berturut-turut, terpanjang sejak Juli 2009.


Meski tren naik berlanjut, perdagangan berlangsung tidak stabil. Pernyataan Trump soal gencatan senjata dan klaim bahwa Iran bersedia tidak mengembangkan senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun memicu reaksi cepat di pasar. Namun, laporan lain menyebutkan bahwa kesepakatan dengan Iran masih membutuhkan waktu hingga enam bulan, sehingga menambah ketidakpastian.

Menurut Chris Zaccarelli, kepala investasi di Northlight Asset Management, pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh berita geopolitik. “Pasar berfluktuasi antara berita yang positif dan yang netral… selama satu setengah bulan terakhir, perdagangan sangat bergantung pada konflik Iran," ujarnya.

Selain faktor geopolitik, data ekonomi juga memberikan gambaran campuran. Klaim tunjangan pengangguran di AS turun lebih besar dari perkiraan, menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat. Namun, perusahaan tetap berhati-hati dalam merekrut karyawan baru karena ketidakpastian akibat konflik global.

Dari sisi sektoral, sebagian besar sektor dalam S&P 500 mencatat kenaikan. Sektor energi menjadi yang terbaik dengan kenaikan 1,6 persen seiring naiknya harga minyak, sementara sektor kesehatan menjadi yang terlemah dengan penurunan 0,8 persen.

Pergerakan saham individual cukup beragam. PepsiCo naik 2,3 persen setelah mencatat kinerja keuangan di atas ekspektasi. Sebaliknya, Abbott Laboratories turun 6 persen setelah memangkas proyeksi laba tahunan. Charles Schwab anjlok 7,6 persen usai laporan keuangan, sementara Netflix turun sekitar 8 persen di perdagangan setelah jam bursa.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya