Berita

Andrie Yunus dan komentar warganet pada unggahan akun Instagram RMOL. (Foto: Instagram)

Politik

Komentar Warganet:

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 00:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mulai menemui titik terang. Peristiwa yang melibatkan empat anggota BAIS TNI itu disebut dilatarbelakangi motif dendam pribadi.

Hal tersebut terungkap dalam pelimpahan berkas perkara di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur, Kamis, 16 April 2026.

Dilansir dari unggahan dalam Instagram RMOL, Kamis malam, 16 April 2026, banyak warganet tidak mempercayai motif pelaku penyiram air keras terhadap Andrie hanya karena masalah dendam pribadi.


Banyak yang mempertanyakan apakan Andrie Yunus kenal dengan empat tersangka yakni Lettu SL, Kapten NDP, Lettu BHW, dan Serda ES. 

“Dendam pribadi apakah saling kenal,” tulis pemilik akun @r.mas_aji.

“Dendam pribadi nya ga d gali ya? Kenal ga korban ma pelaku ,punya utang/sangkutan piutang ga korban ma pelaku? Gitu aja,kalo dendam pribadi berarti saling kenal donk,coba periksa matang blm itu ubi nya,” beber akun @he.ru6014.

“Drama dicari² aja....kenal deket juga gak pastinyaaa....ngawur bebas aja....kreatif kaalo ngarang,” timpal akun @thechopperabiz.

“yg msk akal donk motipnya??” tegas akun @sersanvijaay yang disertai banyak emoticon menangis.

“Anak TK pun tidak akan percaya,” timpal akun @anggasetiawan04.

Bahkan ada warganet yang menuding bahwa kesaksian empat pelaku diduga untuk menutupi sesuatu.

“Drama apalagi ini .. demi melindungi…” tulis akun @radenaryo yang disertai emoticon tengkorak.

Dalam unggahan tersebut juga disertai pernyataan dari Oditur Militer Kolonel Chk Andri Wijaya yang menegaskan motif para pelaku mengarah pada persoalan personal.

“Motif para terdakwa ini masih dendam pribadi terhadap saudara AY,” ujarnya.

Keempat pelaku, dijerat pasal berlapis, sementara sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026 mendatang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya