Berita

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

KPK Panggil Tujuh Bos Perusahaan Travel Haji

Pemeriksaan Dilakukan di Dua Tempat
KAMIS, 16 APRIL 2026 | 13:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tujuh bos perusahaan travel haji dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024 pada Kamis 16 April 2026.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK dan di Kantor BPKP Perwakilan Yogyakarta," kata 
Jurubicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan.

Tujuh saksi yang dipanggil ke Gedung Merah Putih KPK, yakni Silvia Indriani selaku Direktur Utama PT Indonesia International Business, Nunik P Wulandari selaku pengurus PT Intan Salsabila, A Alfiah Putri Iriyanto selaku Direktur Utama PT Jazirah Iman, Syatiri Rahman selaku Direktur PT Kafilah Suci Wisata, dan Fauzan selaku Direktur PT Kartika Utama.

Tujuh saksi yang dipanggil ke Gedung Merah Putih KPK, yakni Silvia Indriani selaku Direktur Utama PT Indonesia International Business, Nunik P Wulandari selaku pengurus PT Intan Salsabila, A Alfiah Putri Iriyanto selaku Direktur Utama PT Jazirah Iman, Syatiri Rahman selaku Direktur PT Kafilah Suci Wisata, dan Fauzan selaku Direktur PT Kartika Utama.

Sedangkan saksi yang dipanggil untuk diperiksa di kantor BPKP perwakilan Yogyakarta, yakni R Tanto Sri Hartono selaku Direktur Utama PT Zhafirah Mitra Madina, dan Habibi Iqbal Hidayat selaku Direktur Operasional PT Amanu.

KPK sebelumnya menetapkan dua tersangka dalam perkara ini, yakni mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, dan mantan staf khusus menag Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. 

Yaqut lebih dulu ditahan di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih pada Kamis, 12 Maret 2026. Sedangkan Gus Alex ditahan di Rutan KPK cabang C1 pada Selasa, 17 Maret 2026.

Dalam pengembangannya, KPK menetapkan dua tersangka baru dari pihak swasta, yakni Ismail Adham selaku Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour), dan Asrul Azis Taba selaku Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya