Berita

Anggota Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

RABU, 15 APRIL 2026 | 20:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pembahasan revisi UU Pemilu dipastikan tidak hanya berkutat pada ambang batas, tetapi juga menyentuh sejumlah isu strategis, baik yang bersifat klasik maupun kekinian.

Anggota Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia, mengungkapkan bahwa isu-isu tersebut merupakan kombinasi dari perdebatan lama yang terus berulang serta dinamika baru, termasuk akibat putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Terkait progres di DPR, Doli menjelaskan bahwa Badan Keahlian Dewan (BKD) saat ini baru pada tahap memetakan masalah dan belum menghasilkan draf naskah akademik maupun draf RUU yang final.


"BKD memetakan tentang berbagai putusan Mahkamah Konstitusi yang mengharuskan adanya revisi undang-undang ini, terus kemudian mereka mengkompilasi usulan-usulan yang berkembang di masyarakat," ungkapnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Doli memaparkan, setidaknya ada lima isu klasik yang dipastikan kembali mencuat dalam pembahasan RUU Pemilu. Salah satunya menyangkut sistem pemilu, di tengah tarik-menarik antara sistem proporsional terbuka dan tertutup, serta munculnya opsi sistem campuran.

Selain itu, empat isu klasik lainnya meliputi ambang batas parlemen (parliamentary threshold), ambang batas presiden (presidential threshold), besaran kursi per daerah pemilihan (district magnitude), serta metode konversi suara ke kursi.

Di sisi lain, Doli menekankan pentingnya merespons isu-isu kontemporer. Di antaranya terkait keserentakan pemilu sesuai putusan MK Nomor 135, pemberantasan politik uang, hingga pemanfaatan sistem digital dalam tahapan pemilu guna meminimalisir potensi kericuhan rekapitulasi.

Tak hanya itu, penguatan integritas lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu, dan DKPP juga menjadi perhatian, termasuk mekanisme penyelesaian sengketa pemilu. Bahkan, Doli secara tegas mendorong pembentukan peradilan khusus pemilu.

"Terakhir misalnya tentang soal penyelesaian sengketa pemilu. Saya termasuk orang yang mendorong dari dulu terbentuknya peradilan khusus pemilu gitu. Nah itu beberapa atau 10 isu, 5 kontemporer 5 klasik yang pasti akan kita bahas," tegas Doli.

Isu lain yang tak kalah penting adalah sinkronisasi regulasi antara pemilu dan pilkada. Doli menyebut adanya wacana penyatuan UU Pemilu dan UU Pilkada dalam satu payung hukum, meski hal itu masih bergantung pada arah kebijakan politik ke depan.

Namun demikian, pembahasan RUU Pemilu di DPR belum berjalan mulus. Rapat internal yang sedianya mendengarkan pemaparan naskah akademik dari BKD justru ditunda tanpa kejelasan.

"Sampai kemarin harusnya kan kita mendengarkan ada rapat internal mendengarkan pemaparan dari BKD (Badan Keahlian Dewan). Tapi kan kemarin ditunda lagi, yang saya tidak tahu kenapa sebabnya gitu," ungkap Legislator Golkar ini.

Hingga kini, belum ada kepastian terkait jadwal ulang rapat tersebut.

"Ditundanya juga kita nggak tahu sampai kapan, alasan juga belum dapat informasi kenapa ditunda," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya