Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

SELASA, 14 APRIL 2026 | 23:37 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kesepakatan pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) dinilai bukan hanya soal teknologi militer, tetapi juga membuka peluang kerja sama lebih luas di sektor pertahanan. 

DPR menilai kerja sama ini bisa menjadi pintu masuk kolaborasi strategis lain ke depan.

Kesepakatan MDCP diteken Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan AS Pete Hegseth di Pentagon, Washington D.C pada Senin, 13 April 2026. 


Perjanjian ini menjadi kerangka peningkatan kerja sama, mulai dari penguatan kapasitas militer hingga pengembangan teknologi pertahanan.

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat diplomasi militer Indonesia sekaligus menyesuaikan kemampuan TNI dengan dinamika geopolitik global. 

Ia menyebut kerja sama ini juga mendukung peningkatan kualitas dan pemahaman teknologi pertahanan.

“Ya tentunya ini adalah sebuah langkah untuk memperkuat pertahanan kita dari memadatkan diplomasi militer kita, memastikan perkembangan TNI yang selalu disesuaikan dengan perkembangan geopolitik dengan kita juga meningkatkan kualitas dan juga pemahaman tentang teknologi begini yang berkaitan dan dalam upaya-upaya menjaga kedaulatan TNI,” ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa, 14 April 2026. 

Menurut dia, fokus kerja sama memang salah satunya pada teknologi, namun MDCP tidak terbatas pada aspek tersebut. 

Politikus Golkar itu menegaskan kesepakatan ini dapat menjadi jalur pembuka untuk kerja sama lain yang lebih luas di bidang pertahanan.

“Itu salah satu channeling dan itu bisa membuka kesempatan untuk kerja sama-kerja sama di bidang lainnya yang berkaitan dengan pertahanan kita,” jelas Dave.

Ia juga menyinggung bahwa kerja sama pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) sudah lama berjalan dengan berbagai negara. Indonesia, kata dia, terus melakukan modernisasi militer melalui kemitraan dengan banyak pihak, termasuk Amerika Serikat, Prancis, dan Turki.

“Ya kalau pengadaan alutsista itu selalu ada ya. Kan kita kan melakukan modernisasi peralatan dengan semua pihak, kan ada pembelian pesawat tempur dari Amerika, dari Prancis, terus juga dengan kerja sama dengan Turki, ataupun juga dengan negara-negara lain,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya