Berita

Ilustrasi Pencari Kerja

Politik

Miris, Makin Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan Kerja

SELASA, 14 APRIL 2026 | 16:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menunjukkan sebanyak 67 persen perusahaan tidak berencana membuka lowongan kerja baru. Temuan ini memunculkan kekhawatiran terhadap prospek penyerapan tenaga kerja di tengah dinamika ekonomi yang belum stabil.

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, menilai kondisi tersebut sebagai sinyal bahaya bagi sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, sektor privat selama ini menjadi lokomotif utama dalam menciptakan lapangan kerja.

“Privat sector selalu jadi lokomotif penyerapan tenaga kerja. Survei di atas memberikan sinyal bahaya bagi penyerapan tenaga kerja,” ujar Mardani lewat akun  X miliknya, Selasa, 14 April 2026.


Ia menekankan perlunya langkah bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pengambil kebijakan untuk memetakan akar persoalan. Faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, hingga ketidakpastian geopolitik dinilai turut memengaruhi minimnya ekspansi dunia usaha.

Politikus PKS itu juga mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, agar mengeluarkan kebijakan yang lebih longgar guna memberi ruang bagi sektor privat untuk berekspansi.

“Pemerintah, khususnya Menteri Keuangan bisa menggerakkan lokomotif ini dengan kebijakan yang lebih longgar dan memberi privat sector kesempatan untuk expand the business,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemberantasan korupsi, penegakan hukum yang adil, serta reformasi birokrasi dan penerapan sistem merit secara disiplin guna menciptakan iklim usaha yang sehat.

Mardani mengingatkan bahwa saat ini sudah terlalu banyak pekerja yang terserap ke sektor informal, terutama sebagai pengemudi ojek online. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

“Sudah terlalu banyak pekerja kita masuk ke sektor informal, mayoritasnya driver ojol, yang bisa jadi sudah sesak dan bisa berbahaya ke depannya,” pungkasnya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya