Berita

Presiden Prabowo Subianto di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 November 2024. (Foto: RMOL)

Politik

Isu Kudeta Jadi Alarm Dini Perkuat Stabilitas dan Soliditas Nasional

SELASA, 14 APRIL 2026 | 12:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Mengemukanya isu kudeta Presiden Prabowo yang disampaikan Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, dinilai sebagai peringatan untuk semua elemen bangsa menyatukan prinsip bernegara.

Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud menilai, pernyataan Hashim terkait upaya kudeta terhadap Presiden Prabowo harus dipandang sebagai peringatan dini bagi seluruh elemen bangsa. 

Menurutnya, dalam sistem demokrasi, setiap dinamika politik merupakan hal yang wajar. Namun, segala bentuk upaya yang mengarah pada tindakan inkonstitusional tentu tidak dibenarkan, dan harus disikapi secara serius oleh negara.


“Pernyataan ini sebaiknya tidak langsung menimbulkan kepanikan, tetapi justru menjadi alarm bagi kita semua untuk menjaga stabilitas politik dan memastikan bahwa proses demokrasi tetap berjalan dalam koridor konstitusi,” ujar Irvan kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa, 14 April 2026.

Ia menegaskan pemerintahan Prabowo Subianto saat ini memiliki legitimasi kuat dari rakyat melalui proses pemilihan umum (Pemilu) yang sah pada tahun 2025 lalu.

Oleh karena itu, Irvan memandang setiap perbedaan pandangan politik seharusnya disalurkan melalui mekanisme demokrasi.

"Bukan melalui cara-cara yang dapat merusak tatanan negara," tuturnya.

Lebih lanjut, Irvan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri serta tidak terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Momentum ini justru harus kita jadikan sebagai penguatan komitmen kebangsaan. Stabilitas politik adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” demikian Irvan menambahkan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya