Berita

Ilustrasi Macbook/Net

Tekno

Cara Memaksimalkan Fitur Charge Limit di MacBook agar Baterai Lebih Awet

SELASA, 14 APRIL 2026 | 09:46 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Membiarkan MacBook selalu terhubung ke charger saat bekerja dari rumah sudah menjadi kebiasaan umum yang dianggap praktis. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini secara diam-diam dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai laptop Anda dalam jangka panjang?

Menjawab kekhawatiran ini, Apple menghadirkan solusi cerdas melalui fitur Charge Limit yang disematkan pada sistem operasi macOS terbarunya, yakni macOS Tahoe 26.4. Melalui fitur ini, pengguna kini bisa membatasi persentase pengisian agar daya tidak selalu terisi penuh hingga 100 persen.

Hasilnya, umur baterai bisa jauh lebih terjaga dengan performa yang tetap optimal.


Kenapa Baterai Pantang Selalu 100 Persen?

Perlu dipahami bahwa MacBook dan perangkat elektronik modern lainnya ditenagai oleh baterai berjenis lithium-ion. Karakteristik utama dari baterai jenis ini adalah rentan mengalami degradasi atau penurunan kualitas lebih cepat apabila terus-menerus dibiarkan berada pada tingkat daya tinggi, khususnya di angka 100 persen.

Inilah mengapa fitur Charge Limit memegang peranan yang sangat vital.

Dengan sengaja membatasi pengisian daya di batas 80% atau 90%, Anda secara otomatis mengurangi tekanan kimia yang terjadi pada sel di dalam baterai. Dalam jangka waktu yang panjang, trik sederhana ini terbukti ampuh menjaga kapasitas penyimpanan baterai agar tetap stabil.

Kehadiran fitur pembaruan ini menyusul langkah Apple yang sebelumnya telah menerapkan sistem perlindungan serupa pada perangkat iPhone 15 dan model-model ponsel terbarunya.

Beda Charge Limit dan Optimized Battery Charging

Sebagian pengguna mungkin bertanya-tanya, apa bedanya fitur ini dengan opsi Optimized Battery Charging yang sudah ada sebelumnya? Fitur pendahulunya tersebut bekerja dengan cara mempelajari rutinitas harian pengguna, lalu menunda pengisian daya di atas 80 persen hingga perangkat tersebut dirasa benar-benar akan digunakan.

Sayangnya, pada praktiknya, sistem tersebut masih sering membiarkan baterai menyentuh angka penuh 100 persen.

Charge Limit menutupi celah kelemahan tersebut dengan memberikan kontrol langsung kepada pengguna untuk mematok batas maksimal absolut secara manual. Menariknya, kedua fitur ini tetap bisa dijalankan secara bersamaan.

Sistem operasi hanya akan sesekali mengisi daya hingga 100 persen secara otomatis semata-mata untuk mengkalibrasi dan menjaga akurasi pembacaan indikator baterai.

Cara Mudah Mengaktifkan Fitur Charge Limit

Anda sama sekali tidak memerlukan aplikasi tambahan untuk mengatur fitur ini. Cukup ikuti langkah praktis berikut.

Klik ikon Apple (?) di sudut kiri atas layar Anda, kemudian masuk ke menu System Settings.

Pilih menu Battery pada bilah samping (sidebar), lalu klik ikon informasi (i) yang berada tepat di bagian pengaturan Charging.

Pada layar tersebut, Anda akan menemukan slider Charge Limit. Anda bebas menggeser slider tersebut ke tingkat pengisian yang sesuai dengan kebutuhan, mulai dari 80%, 85%, 90%, 95%, hingga 100%.

Tekan Done untuk menyimpan pengaturan, dan MacBook akan otomatis memutus daya saat telah mencapai batas yang Anda tetapkan.

Pilih Batasan Sesuai Gaya Hidup

Memilih persentase daya yang paling ideal sejatinya sangat bergantung pada pola pemakaian harian Anda. Apabila Anda lebih sering bekerja stay di meja dengan charger yang selalu terhubung ke sumber listrik, mengatur batas di angka 80% adalah keputusan paling ideal untuk melindungi kesehatan baterai.

Sebaliknya, jika ritme kerja Anda menuntut mobilitas tinggi di luar ruangan tanpa kepastian akses listrik, memilih limit pengisian yang lebih tinggi seperti 90% atau 95% bisa menjadi kompromi terbaik antara mengamankan umur komponen dan menjaga daya tahan baterai saat Anda bepergian.

Mengaktifkan fitur Charge Limit hanyalah sebuah modifikasi kecil di menu pengaturan. Namun tanpa perlu repot mencabut-pasang charger, dampaknya terbukti sangat besar untuk membuat MacBook Anda berumur panjang. Selamat mencoba!

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya