Berita

Gubernur Riau, Abdul Wahid. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Tenaga Ahli Gubernur Riau Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan

SENIN, 13 APRIL 2026 | 14:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tenaga ahli hingga ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid turut dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pada Senin 13 April 2026, selain memanggil Marjani selaku ajudan Gubernur Riau sebagai tersangka, tim penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi lainnya di tempat yang berbeda.

"Pemeriksaan dilakukan Kantor BPK Perwakilan Provinsi Riau," kata Budi kepada wartawan.


Ketiga saksi lainnya, yakni Agus Rianto selaku Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Daerah Pemprov Riau, Tata Maulana selaku tenaga ahli gubernur Riau, dan Dahri Iskandar selaku ajudan gubernur Riau.

Sementara itu, Marjani saat ini sedang diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan. Selesai diperiksa, KPK berencana akan melakukan penahanan terhadap Marjani pada hari ini.

Marjani merupakan tersangka baru dalam perkara ini. Ia disangkakan dengan Pasal 12 huruf e UU Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 20 huruf c UU 1/2023 tentang KUHP.

Marjani diduga melakukan perbuatan bersama-sama dengan gubernur, dalam dugaan tindak pemerasan terkait anggaran proyek di Dinas PUPR Pemprov Riau.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya