Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Menguat di Level 7.492 pada Penutupan Sesi I

SENIN, 13 APRIL 2026 | 13:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengamankan zona hijau pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin 13 April 2026. 

Indeks tercatat terapresiasi sebesar 34 poin atau naik 0,46 persen hingga bertengger di posisi 7.492.

Aktivitas pasar menunjukkan antusiasme yang cukup stabil. Volume perdagangan tercatat 235,6 juta lot saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp10,1 triliun.


Sektor basic industry (industri dasar) tampil sebagai mesin penggerak indeks dengan kenaikan signifikan sebesar 2,53 persen. 

Lonjakan ini didorong oleh performa kuat beberapa saham blue-chip di sektornya, seperti BRPT yang menguat 15,40 persen, TPIA 5,76 persen, IMPC 5,33 persen, dan JPFA 1,16 persen. 

Sebaliknya, sektor keuangan (finance) justru menjadi pemberat langkah IHSG dengan koreksi sedalam 0,75 persen. Saham-saham perbankan "Big Caps" kompak melemah, dipimpin oleh MEGA yang merosot 2,37 persen, dan diikuti oleh bank-bank besar lainnya seperti BMRI, BBCA, BBNI, hingga BBRI.

Berikut adalah deretan saham di indeks paling likuid (LQ45) yang mencatatkan pergerakan paling kontras.

Top Gainers LQ45: BRPT, MEDC, EMTK, dan BREN

Top Losers LQ45: TLKM, ASII, NCKL, dan DSA

Beberapa faktor eksternal dan internal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar hari ini antara lain kenaikan pada saham-saham seperti MEDC dan ADMR sejalan dengan fluktuasi harga minyak mentah dan energi global yang masih dalam tren mencari titik keseimbangan baru di kuartal kedua 2026.

Performa luar biasa dari grup Barito (BRPT, TPIA, BREN) menjadi faktor krusial yang menjaga IHSG tidak terseret jatuh lebih dalam akibat pelemahan sektor perbankan.

Pelemahan di sektor keuangan (seperti BBCA dan BMRI) seringkali dipicu oleh aksi profit taking oleh investor asing atau antisipasi terhadap rilis data inflasi dan kebijakan suku bunga domestik yang biasanya menjadi perhatian utama di pertengahan bulan.

Pelaku pasar juga terus memantau Indeks Dolar (DXY) yang memengaruhi nilai tukar Rupiah, mengingat transaksi yang cukup besar (Rp10,1 triliun) menunjukkan adanya pergerakan modal yang aktif di lantai bursa pagi ini.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya