Berita

Representative Image (Foto: Istimewa)

Bisnis

Harga Plastik Naik, Industri Didorong Lebih Adaptif Hadapi Gangguan Rantai Pasok

SENIN, 13 APRIL 2026 | 12:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir menjadi penanda meningkatnya tekanan pada rantai pasok bahan baku global. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa plastik tidak lagi semata isu lingkungan, melainkan telah berkembang menjadi persoalan ekonomi yang berdampak langsung pada stabilitas operasional berbagai sektor industri.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) buka suara soal harga plastik naik tinggi, Zulhas menyampaikan bahwa kenaikan harga plastik dipicu oleh gangguan pada pasokan bahan baku, yang berdampak langsung pada ketersediaan dan distribusi di pasar.


Bagi masyarakat, kondisi tersebut berisiko memicu kenaikan harga produk sehari-hari yang bergantung pada kemasan plastik. 

Sementara Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai plastik sebagai komoditas antara yang menopang banyak sektor industri. 

“Ketika pasokannya terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat produsen, tetapi juga berpotensi menjalar hingga ke konsumen melalui kenaikan harga produk dan tekanan terhadap daya beli," ungkapnya dalam sebuah pernyataan di Jakarta, seperti dikutip Senin, 13 April 2026.

Kenaikan biaya di tingkat industri umumnya akan diteruskan ke harga jual, sehingga mendorong konsumen untuk lebih selektif dalam menentukan pilihan, termasuk mempertimbangkan alternatif yang lebih efisien.

Tekanan serupa juga dirasakan pelaku usaha, khususnya sektor usaha kecil dan menengah. 

Kenaikan harga bahan baku kemasan berpotensi menggerus margin usaha jika tidak diimbangi dengan penyesuaian harga jual, yang pada akhirnya mempersempit ruang gerak bisnis di tengah ketidakpastian.

Direktur PT Biru Semesta Abadi (Air Minum Biru), Yantje Wongso mengatakan pendekatan berbasis efisiensi seperti penggunaan ulang (reuse) dan isi ulang (refill) mulai dipandang sebagai langkah adaptif untuk menjaga keberlanjutan operasional.

“Ketika pasokan dan harga menjadi tidak pasti, sistem yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya akan menjadi keunggulan. Reuse dan refill bukan hanya alternatif, tapi bagian dari solusi jangka panjang,” kata dia.

Sebagai penyedia layanan air minum isi ulang, Air Minum Biru telah lebih dahulu mengembangkan sistem distribusi berbasis isi ulang dengan galon milik pelanggan, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada produksi plastik baru.

“Dalam kondisi seperti sekarang, ketahanan sistem menjadi semakin penting. Kami sejak awal membangun model bisnis yang meminimalkan ketergantungan pada plastik baru, sehingga lebih adaptif terhadap perubahan di rantai pasok,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya