Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Selat Hormuz Mau Diblokade AS, Harga Minyak Melonjak Drastis

SENIN, 13 APRIL 2026 | 07:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus angka 100 Dolar AS per barel pada Senin, 13 April 2026.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent melonjak hampir 8 persen menjadi sekitar 102,80 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bahkan naik lebih tinggi hingga mencapai 104,88 dolar AS per barel.

Lonjakan harga terjadi setelah upaya perundingan damai antara kedua negara gagal mencapai kesepakatan. Situasi ini memperburuk kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global.


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade di Selat Hormuz. Langkah ini bertujuan membatasi arus ekspor minyak Iran, namun berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia secara lebih luas.

Analis energi menilai langkah ini bisa menghambat hingga 2 juta barel minyak per hari yang biasanya melewati Selat Hormuz. Jalur ini memang sangat vital karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk ke pasar global.

“Pasar kini kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata, tetapi dengan risiko yang lebih besar karena adanya blokade,” ujar Saul Kavonic, analis energi.

Ketegangan semakin meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan bahwa kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan bisa ditindak tegas.

Meski situasi memanas, data pelayaran menunjukkan masih ada beberapa kapal tanker besar yang berhasil melintasi selat tersebut pada akhir pekan lalu. Namun pada Senin, aktivitas pelayaran terlihat sangat terbatas, menandakan meningkatnya risiko di kawasan itu.

Di sisi lain, Arab Saudi berusaha menstabilkan pasokan dengan memulihkan kapasitas penuh pipa minyak East-West hingga sekitar 7 juta barel per hari. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak gangguan distribusi dari Selat Hormuz.

Trump juga mengakui bahwa kebijakan ini bisa berdampak pada harga energi domestik. Ia mengatakan harga minyak dan bensin kemungkinan akan tetap tinggi hingga pemilu paruh waktu pada November mendatang.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya