Berita

Penggiat kebijakan publik, Andrianto Andri. (Foto: Ilustrasi)

Politik

Desakan “Cuci Gudang” Kabinet Menguat

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 12:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Desakan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan total kabinet kian menguat di tengah kekecewaan publik terhadap arah pemerintahan yang dinilai jauh dari harapan rakyat.

Penggiat kebijakan publik, Andrianto Andri mengatakan, komposisi kabinet saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan aspirasi masyarakat, melainkan hasil kompromi politik dengan kekuasaan sebelumnya di era Joko Widodo alias Jokowi.

"Publik sudah terlalu lama menelan kekecewaan. Lebih dari satu dekade, arah pemerintahan terasa jauh dari harapan rakyat," kata Andrianto kepada RMOL, Minggu, 12 April 2026.


Andrianto menegaskan, kritik terhadap pemerintah terus mengalir secara masif dan menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola kekuasaan.

"Banyak kalangan menilai komposisi kabinet saat ini bukanlah cerminan aspirasi rakyat, melainkan kompromi politik yang sarat ‘dagang sapi’ dengan rezim sebelumnya," tegasnya.

Menurutnya, sejumlah menteri yang masih bertahan justru membawa beban masa lalu, baik dari sisi kinerja maupun rekam jejak kebijakan yang dipertanyakan.

"Publik melihat aroma kuat ‘menteri titipan’ yang lebih merepresentasikan kepentingan politik lama ketimbang agenda perubahan," terangnya.

Andrianto juga menyoroti kinerja pemerintah yang dinilai belum menunjukkan arah yang kuat di tengah dinamika global.

"Kinerja pun tak berbicara banyak. Kebijakan berjalan tanpa arah yang jelas, bahkan cenderung reaktif dan minim terobosan. Bahkan muncul kritik terkait praktik kekuasaan yang dianggap sarat konflik kepentingan," jelasnya.

Sementara itu, sejumlah menteri dinilai tidak menunjukkan kinerja menonjol dan justru lebih sering menjadi sasaran kritik publik.

"Semua ini bermuara pada satu kesimpulan, kabinet saat ini butuh perombakan total," tegas Andrianto.

Ia menekankan bahwa langkah reshuffle yang dibutuhkan bukan sekadar pergantian biasa, melainkan tindakan tegas untuk memutus pengaruh lama dalam pemerintahan.

"Ini bukan sekadar reshuffle biasa. Ini soal keberanian politik. Prabowo Subianto dituntut mengambil langkah tegas memutus ketergantungan pada bayang-bayang kekuasaan lama, dan membersihkan kabinet dari figur-figur yang tak lagi relevan," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya