Berita

Sejumlah aktivis nasionalis, tokoh Islam, hingga purnawirawan TNI. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

SABTU, 11 APRIL 2026 | 17:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sejumlah aktivis nasionalis, tokoh Islam, hingga purnawirawan TNI mendeklarasikan diri bergabung dalam Gerakan Kebangsaan Selamatkan Indonesia (Gaksi). Mereka menyerukan perlawanan terhadap pihak yang disebut sebagai pengkhianat konstitusi.

Deklarasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Marwan Batubara, Rizal Fadilah, Soenarko, serta Soni Santoso, dan digelar di Jakarta baru-baru ini.

“Jadi kami berharap, ke depannya kehidupan bangsa Indonesia bisa lebih bagus lagi dan berjalan sesuai dengan konstitusi seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa kita,” kata Soni dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 11 April 2026.


Sementara itu, Marwan Batubara menyoroti tiga isu utama yang dinilai perlu dituntaskan, yakni polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo, dugaan pelanggaran hukum, serta pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden.

“Bicara tentang ijazah itu sebetulnya itu sangat terkait dengan fakta di alinea keempat pembukaan UUD itu ada kata-kata mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini kaitannya dengan pendidikan, dan pendidikan ini salah satu tolak ukurnya adalah ijazah,” ujar Marwan.

Ia menegaskan bahwa ijazah merupakan salah satu syarat penting dalam berbagai jabatan publik sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kalau masalah ijazah ini dianggap masalah sepele, yang jelas di konstitusi diwajibkan, maka telah terjadi kejahatan. Dan itulah yang dilakukan oleh Jokowi baik untuk diri Jokowi sendiri maupun terhadap anaknya sendiri Gibran yang dimajukan sebagai Wakil Presiden. Karena ijazah keduanya diragukan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Rustam Effendi mengaku merasakan adanya kejanggalan dalam proses hukum yang ditangani aparat kepolisian terkait kasus tersebut.

“Oleh karena itu saya berharap Pak Prabowo untuk langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menuntaskan kasus ijazah Jokowi ini sesuai dengan fakta yang ada. Harus dibongkar siapa dan dimana ijazah Jokowi itu dibuat," katanya.

Rustam juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk meminta klarifikasi dari Pratikno terkait polemik tersebut.

“Jika Prabowo tidak berani melakukan hal tersebut berarti Prabowo bukan sosok presiden yang benar atau tidak baik. Karena melindungi orang yang jelas-jelas sudah melakukan kejahatan,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya