Berita

Kantor Kebangkitan Nusantara (PKN) di Jalan KH Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: RMOL)

Politik

Pengurus PKN Tiba-Tiba Kompak Mundur

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 19:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejumlah pengurus Pimpinan Nasional (Pimnas) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) secara mengejutkan mengajukan pengunduran diri serentak.

Hal itu tertuang dalam salinan dokumen yang diterima RMOL bertajuk “Surat Pengunduran Diri Bersama Majelis Agung dan Pengurus Pimnas Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)” yang ditandatangani sejumlah nama, termasuk Bona Simanjuntak pada Jumat, 10 April 2026.

Dalam surat tersebut, para pengurus menyatakan pengunduran diri berlaku efektif sejak 1 Maret 2026.


“Melalui siaran pers ini, kami secara resmi mengumumkan pengunduran diri kami dari keanggotaan maupun kepengurusan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN),” demikian bunyi surat tersebut.

Keputusan itu diklaim sudah melalui proses diskusi dan pertimbangan matang. Mereka mengungkapkan dua alasan utama di balik langkah tersebut. Pertama, adanya perbedaan mendasar terkait visi dan misi politik.

Menurut mereka, arah pergerakan dan fokus perjuangan PKN dinilai tidak lagi sejalan dengan aspirasi yang ingin diperjuangkan.

“Perbedaan pandangan ini membuat kami tidak lagi dapat memberikan kontribusi maksimal di dalam partai,” tulisnya.

Alasan kedua berkaitan dengan dinamika internal partai yang dinilai tidak lagi mencerminkan prinsip demokrasi.

Para pengurus menyoroti perubahan aturan internal yang dianggap mengesampingkan nilai-nilai seperti kebebasan berpendapat, transparansi, serta proses pengambilan keputusan yang partisipatif.

“Sebagai kelompok yang memegang teguh nilai demokrasi, kami merasa ruang untuk menyuarakan kebenaran secara objektif semakin dibatasi,” lanjut pernyataan tersebut.

Adapun nama-nama yang mengundurkan diri yakni Laksamana Sukardi, Ferdinand Nainggolan, Mirwan Amir, Yuyun K. Soemopawiro, Bona Simanjuntak, Michael Diego Sudarto, Emirsyah Mhd. Thariq, Dhanang Agung Riyanto.

Kemudian Dra. Hotma Tiur Sianipar, Kuntari Andri Mawarni Harsono, Sugiono, Riawan Gani, Raafi Nurkarim, Erik Syam Pratama, M. Husni Mubarak, Alexandra Fabiola Glasmacher, Meliana Lesmana, Amrinur Oktajaya, Milhan Jaya, dan La Ode Muntafas.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya