Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Bank Mandiri)

Bisnis

Bank Mandiri Catat Kredit Infrastruktur Tumbuh 30,8 Persen per Februari 2026

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 18:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Bank Mandiri terus mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan nasional melalui penyaluran kredit infrastruktur yang tumbuh berkelanjutan. 

Langkah ini menjadi bagian dari sinergi yang terintegrasi untuk memperkokoh fondasi ekonomi, memperluas konektivitas, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat. 

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan, komitmen tersebut selaras dengan arah pembangunan pemerintah yang menempatkan infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. 


Karena itu, Bank Mandiri terus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis untuk memperkuat daya saing, memperluas pemerataan, dan mendorong manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Riduan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 9 April 2026. 

“Kami meyakini, pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” tambahnya.

Komitmen tersebut tercermin dari penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri yang mencapai Rp491,63 triliun hingga Februari 2026, tumbuh 30,8 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp375,85 triliun, mengacu pada klasifikasi dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 38 Tahun 2015.  

Penyaluran kredit ini mencerminkan keunggulan yang berkelanjutan dalam kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri, yang didukung oleh sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan yang komprehensif dari hulu hingga hilir.  

Lebih lanjut, Riduan menjelaskan, pembiayaan tersebut telah menjangkau berbagai subsektor strategis, mulai dari jalan dan transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat, fasilitas kota, hingga konstruksi. 

Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang memberikan dampak nyata bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional.  

“Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional. Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah,” imbuhnya.

Secara rinci, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai mencapai Rp118,03 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 18,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, subsektor konstruksi infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 178,19 persen yoy menjadi Rp85,84 triliun. 

Adapun pembiayaan pada pembangunan jalan juga meningkat 11,08 persen secara tahunan menjadi Rp54,84 triliun, sedangkan subsektor telematika tercatat tumbuh 12,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu hingga mencapai Rp44,34 triliun.

Ke depan, Bank Mandiri meyakini prospek sektor infrastruktur tetap positif seiring berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menopang pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem Danantara akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui beragam solusi pembiayaan, termasuk skema sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan.

“Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan kekuatan jaringan, pengalaman, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional,” tutup Riduan.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya