Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 15:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons proyeksi Bank Dunia soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang turun ke 4,6 persen.

Bendahara negara itu menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari World Bank tidak akurat. Ia bahkan menyebut lembaga tersebut “salah hitung” dalam membaca kondisi ekonomi nasional.

“Kan triwulan pertama saja mungkin 5,5-5,6 persen atau lebih. Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali setelah itu kalau rata-ratanya 4,6. Saya pikir world bank salah hitung,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis, 9 April 2026.


Ia menegaskan, fokus pemerintah dan otoritas saat ini adalah memastikan program-program strategis berjalan optimal. 

Selain itu, sistem keuangan juga dipastikan siap untuk menopang pertumbuhan ekonomi, ditambah dengan upaya memperbaiki iklim investasi.

“Dengan usaha seperti itu nanti pertumbuhan ekonomi akan berbalik,” tegasnya.

Meski demikian, Purbaya menduga proyeksi World Bank dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama tingginya harga minyak global. Namun, ia meyakini bahwa jika harga minyak kembali ke level normal dalam waktu dekat, maka proyeksi tersebut akan berubah.

“Saya yakin World Bank hitung itu karena dampak harga minyak tinggi. Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya,” jelasnya.

Adapun proyeksi tersebut disampaikan World Bank dalam East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 pada Rabu, 8 April 2026.

Dalam laporan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diprediksi berada di angka 4,7 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang mematok 4,8 persen.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya