Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setneg)

Politik

Pengamat Nilai Narasi Penggulingan Tak Sejalan dengan Sikap Demokratis Prabowo

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 11:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, terkait narasi penggulingan Presiden Prabowo Subianto dinilai bertentangan dengan rekam jejak politik Prabowo yang selama ini berada dalam koridor demokrasi konstitusional.

Direktur Eksekutif Survei dan Poling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menilai pandangan Saiful Mujani tidak mencerminkan pendekatan akademis yang berbasis data. Ia menilai narasi tersebut lebih didorong oleh asumsi dan emosi ketimbang analisis yang objektif.

Menurut Igor, alasan yang disampaikan Saiful—yang menyebut Presiden Prabowo seolah tidak terbuka terhadap aspirasi—tidak memiliki dasar yang kuat.


Ia mencontohkan, meskipun pernah mengalami kekalahan dalam Pemilu 2009 dan 2014, Prabowo tidak pernah menunjukkan upaya untuk menggulingkan pemerintahan yang sah, baik di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Joko Widodo.

“Justru Prabowo tetap memilih kembali bertarung dalam pemilihan berikutnya. Ini menunjukkan komitmennya terhadap jalur demokrasi konstitusional,” ujar Igor, Kamis (9/4/2026).

Lebih lanjut, Igor menilai Prabowo telah melalui proses politik secara bertahap dan konsisten dalam sistem demokrasi Indonesia. Ia juga pernah berada di posisi oposisi pada periode 2014–2019, yang dinilai sebagai bagian dari dinamika politik yang sehat.

Igor menambahkan, sikap politik Prabowo yang cenderung melihat sisi positif, baik dari kawan maupun lawan politik, menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilannya dalam Pilpres 2024.

Dengan demikian, ia menilai narasi penggulingan yang disampaikan Saiful Mujani cenderung sarat kepentingan politik dan tidak sejalan dengan fakta perjalanan politik Prabowo yang dinilainya tetap berada dalam koridor demokrasi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya