Berita

Ilustrasi Selat Hormuz (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube ABC News)

Bisnis

Singapura Tolak Bayar Tol Hormuz

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 09:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Singapura menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan jalur aman di Selat Hormuz, termasuk menolak membayar biaya atau “tol” bagi kapal-kapalnya. 

Sikap ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan dalam sidang parlemen pada Selasa, 7 April 2026. Menurutnya, prinsip utama yang dipegang Singapura adalah bahwa pelayaran di selat internasional merupakan hak semua negara, bukan sesuatu yang harus dinegosiasikan atau dibayar. 

“Ada hak lintas transit, itu bukan hak istimewa yang diberikan oleh negara tetangga, Itu bukan bea yang harus dibayar," ujarnya, dikutip dari Straits Times, Kamis 9 April 2026.


Pernyataan ini merujuk pada aturan dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut atau UNCLOS yang menjamin kebebasan navigasi. Ia juga menambahkan bahwa jika Singapura ikut bernegosiasi atau membayar untuk jalur aman, hal itu justru akan merusak prinsip hukum internasional.

“Saya tidak dapat terlibat dalam negosiasi untuk jalur pelayaran yang aman atau bernegosiasi tentang tarif tol,” tegasnya. Dengan kata lain, Singapura ingin menjaga agar aturan global tetap berlaku, bukan digantikan oleh kesepakatan sepihak.

Situasi ini muncul di tengah ketegangan kawasan, di mana beberapa negara lain justru memilih jalur pragmatis. Negara seperti Filipina, India, hingga Pakistan dilaporkan telah mengamankan jalur aman, bahkan ada kapal yang disebut membayar hingga jutaan dolar agar bisa melintas. 

Bagi Singapura, isu ini sangat penting karena posisinya sebagai pusat pelayaran global di Selat Malaka dan perairan sekitarnya. Balakrishnan menekankan bahwa jika praktik “bayar untuk lewat” dibiarkan, hal serupa bisa terjadi di jalur strategis lain, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Ia bahkan menyoroti perbandingan geografis: lebar tersempit Selat Hormuz sekitar 21 mil laut, sementara Selat Singapura kurang dari 2 mil laut. Artinya, jika aturan internasional dilanggar di satu tempat, dampaknya bisa lebih berbahaya di wilayah yang lebih sempit dan padat seperti Singapura.

Meski menolak negosiasi soal “tol”, pemerintah Singapura tetap aktif menjaga keselamatan pelayaran. Otoritas maritim terus berkoordinasi dengan operator kapal dan menjajaki berbagai opsi lain bersama mitra regional untuk memastikan kapal tetap bisa melintas dengan aman tanpa melanggar prinsip hukum internasional.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya