Berita

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan (Tangkapan layar dari siaran YouTube DPR)

Politik

Total Kuota Haji Khusus 2026 Sebanyak 17.680, Masih Sisa 167

RABU, 08 APRIL 2026 | 14:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan realisasi distribusi kuota haji khusus tahun 2026 hampir sepenuhnya terserap. Dari total kuota 17.680, saat ini masih tersisa 167 kuota yang diharapkan segera terisi.

Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026. 

“Kuota haji khusus berjumlah 17.680 didistribusikan sebesar 16.104 jemaah dan 1.107 petugas haji khusus. Realisasi distribusi kuota haji khusus telah mencapai 17.513 dengan sisa 167. Mudah-mudahan yang sisa ini bisa segera terisi,” ungkap Irfan Yusuf.


Gus Irfan menjelaskan, sisa kuota tersebut telah dilakukan pelunasan pada 2 hingga 7 April 2026 dengan total 146 jemaah yang melunasi, terdiri dari 129 jemaah berhak berangkat dan 17 jemaah cadangan.

Selanjutnya, seluruh proses visa bagi jemaah yang berhak berangkat dijadwalkan mengikuti ketentuan Arab Saudi, dengan batas akhir pada 7 April pukul 04.00 waktu Arab Saudi.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memproses pengembalian saldo setoran Bipih khusus serta pembatalan keberangkatan. Per 2 April 2026, pengembalian saldo setoran Bipih khusus telah mencapai 15.070 jemaah dengan total nilai 120.560.000 dolar AS.

Sementara itu, hingga 7 April 2026, jumlah pembatalan haji khusus tercatat sebanyak 1.440 jemaah dengan nilai 7.976.000 dolar AS. Rinciannya, 1.296 jemaah telah diproses ke BPKH dan 144 jemaah masih dalam tahap verifikasi.

Terkait transportasi, data penerbangan haji khusus 2026 menunjukkan distribusi jemaah pada tujuh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Setiap PIHK memiliki kombinasi penerbangan langsung dan transit dengan maskapai yang beragam sesuai dengan data yang ada di layar,” tuturnya. 

Selain itu, Pemerintah juga telah meminta para penyelenggara untuk mengantisipasi potensi kendala penerbangan transit di kawasan Timur Tengah, dengan menyiapkan alternatif penerbangan langsung ke Arab Saudi.

“Progres penerbitan visa menunjukkan capaian yang sangat baik dengan hanya sebagian kecil yang masih dalam tahap penyelesaian,” pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya