Berita

Sarman El Hakim (Foto: RMOL)

Politik

Pak Presiden, Terima Kasih Harga BBM Tidak Naik

SELASA, 07 APRIL 2026 | 19:10 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Di saat harga minyak mentah dunia meroket hingga dua kali lipat, Presiden Prabowo Subianto justru bikin gebrakan yang bikin adem kantong wong cilik. Prabowo memutuskan tidak menaikan harga BBM subsidi. 

"Saya secara pribadi, dan berharap mewakili suara hati rakyat banyak, menyampaikan terima kasih ke Pak Presiden. Di tengah tekanan global, Pak Presiden tetap tidak menaikkan harga BBM subsidi," ujar Pemerhati Kebangsaan, Sarman El Hakim, berbincang dengan RMOL di bilangan Jakarta Selatan, Selasa, 7 April 2026.

Bagi Sarman, keberpihakan Prabowo sangat nyata. Ia menilai dengan tidak naiknya harga bensin, denyut nadi ekonomi di akar rumput tidak tercekik. Rakyat tetap bisa berangkat kerja dan mencari nafkah tanpa perlu pusing memikirkan biaya transportasi yang melonjak. 


Namun, Sarman punya catatan kecil. Ia agak menyayangkan kenapa kabar bahagia ini bukan langsung dari lisan Presiden.

"Sayangnya, mungkin aura positifnya kurang terasa sampai ke bawah karena harga BBM tidak naik diumumkan bukan oleh Pak Presiden langsung, tapi lewat Mensesneg," tambahnya.

Keberanian Prabowo menahan harga BBM sangat menarik dibanding era para pendahulunya yang kerap dibuat pusing tujuh keliling oleh harga minyak dunia.

Sejarah mencatat, di era Presiden Megawati Soekarnoputri, harga Premium pernah dikerek dari Rp1.150 menjadi Rp1.550 per liter pada tahun 2002.

Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), rakyat juga sempat merasakan pahitnya kenaikan BBM yang cukup drastis di tahun 2005, di mana Premium yang tadinya Rp2.400 melonjak ke Rp4.500. Hingga akhirnya menjadi Rp6.500 di akhir kepemimpinannya.

Tak jauh beda, di masa Presiden Joko Widodo (Jokowi), rakyat juga harus berkali-kali mengurut dada. Di awal menjabat di 2014, Jokowi menggeber harga Premium ke Rp8.500. Bahkan yang paling terasa pada September 2022, dimana harga Pertalite dipaksa naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya