Berita

Kolase foto Jusuf Kalla dan Syahganda Nainggolan. (Foto: Produksi RMOL)

Politik

GREAT Institute: Pak JK Nggak Usah Terlalu Ketakutan

SELASA, 07 APRIL 2026 | 18:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) agar Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dinaikan, dianggap sebagai ketakutan yang berlebihan.

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan menilai, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah mengarah kepada kemandirian energi.

Menurutnya, potensi kelangkaan energi terkhusus BBM akibat perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran, merupakan momentum yang justru dapat dimanfaatkan pemerintah Indonesia saat ini untuk menggenjot kemandirian energi.


“Ya, saya pikir kita ini percaya pada gerakan kemandirian energi yang sedang dilakukan oleh Presiden. Karena intinya kan Presiden ini sudah berusaha untuk melakukan berbagai aktivitas untuk melakukan konversi energi,” ujar Syahganda saat berbincang dengan RMOL di Jakarta, Selasa, 7 April 2026. 

Ia mencontohkan, upaya pemerintah terus mentransformasi energi secara mandiri seperti mengalihkan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Liquefied Natural Gas (LNG) hingga bisa tersalurkan ke rumah-rumah tangga masyarakat Indonesia.

“Dikonversi jadi ini, energi. Kemudian (konversi minyak biodiesel dari) B40-B50,” tegasnya.

Lagipula, aktivis era 1980-an lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu meyakini, keputusan Presiden Prabowo untuk menjaga harga jual BBM subsidi tetap seperti sekarang ini, yakni jenis Ron 90 (Pertalite) sebesar Rp10.000, adalah untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.
 
“Sambil Presiden mengkalkulasi untung-rugi antara menaikkan dengan dia bertahan mensubsidi BBM, pada tingkat yang kalau kata Pak Purbaya (Menteri Keuangan) itu ada peningkatan sekitar Rp40 triliun harus keluarin uang untuk menambah subsidi itu,” urainya. 

Syahganda meyakini, pemerintah juga kemungkinan besar akan terus melakukan evaluasi berkala, untuk meninjau kembali sebulan, dua bulan, atau tiga bulan ke depan perkembangan perang di Timur Tengah.

“Perangnya ini semakin besar atau kemudian pada akhirnya tiga bulan saja, misalnya seperti itu. Jadi sambil menunggu gitu. Yang paling penting kita tetap harus mengendalikan jangan sampai ada kelangkaan energi,” ucapnya. 

Oleh karena itu, Syahganda menyarankan agar Jusuf Kalla tidak terlalu kalut melihat kondisi perang, dan bahkan dalam mengkalkulasi dampaknya pada Indonesia, meskipun diprediksi harga minyak mentah global akan selalu berada di rata-rata 100 Dolar AS per barel sepanjang tahun 2026 ini.

“Nah, jadi Pak Jusuf Kalla enggak usah terlalu pikirannya ketakutan lah gitu. Yang paling penting kan di zaman Prabowo ini kemandirian energi betul-betul menjadi prioritas kan,” demikian Syahganda menambahkan.


Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya