Berita

Kereta Cepat Whoosh. (Foto: Dok KCIC)

Bisnis

WIKA Evaluasi Beban Investasi Rp 1,8 Triliun Per Tahun di Proyek Kereta Cepat

SELASA, 07 APRIL 2026 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tengah menunjukkan komitmen kuat untuk menyehatkan struktur finansial perusahaan. 

Salah satu fokus utamanya adalah mengevaluasi investasi di proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh guna mendorong pertumbuhan laba yang lebih maksimal di masa depan.

Dalam keterbukaan informasinya, WIKA tercatat memegang 33,36 persen saham di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium yang mengawal proyek kebanggaan nasional tersebut. Namun, besarnya beban investasi tahunan yang mencapai Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,8 triliun diakui menjadi tantangan tersendiri bagi performa laba bersih Perseroan.


"Porsi kita itu setiap tahun membukukan kerugian yang memang cukup besar, kalau tahun lalu, kalau tahun 2025 kalau nggak salah Rp 1,7 triliun atau Rp 1,8 triliun membukukan kerugian hampir setiap tahun segitu," ujar Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, di Jakarta Senin 6 April 2026. 

Demi menjaga stabilitas kinerja, Agung menyampaikan aspirasi Perseroan untuk melakukan penataan ulang portofolio investasi, termasuk kemungkinan melepas kepemilikan saham di proyek kereta cepat. Langkah ini diambil agar WIKA dapat kembali fokus pada kompetensi intinya sebagai perusahaan kontraktor.

Meski demikian, proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena keterlibatan WIKA merupakan bagian dari penugasan Peraturan Presiden.

"Sehingga tidak mudah buat kita untuk bisa melepas aset kereta cepat. Sehingga yang bisa kita lakukan, ya kita minta pemerintah ataupun Danantara sebisa mungkin WIKA yang memang kondisinya sebenarnya kontraktor untuk tidak masuk ke situ," tambah Agung.

Kabar baiknya, WIKA terus bergerak maju dalam penyelesaian klaim senilai Rp 5,02 triliun terkait pembengkakan biaya (cost overrun). Alih-alih menempuh jalur hukum yang panjang di arbitrase internasional (SIAC), WIKA dan KCIC sepakat mengedepankan jalur mediasi yang jauh lebih efektif dan harmonis.

Targetnya, proses mediasi ini dapat tuntas pada tahun ini, yang diprediksi akan memberikan dampak positif bagi likuiditas perusahaan.

Komposisi Pemegang Saham PSBI saat ini adalah; 

- PT Kereta Api Indonesia (Persero) 58,53 persen
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 33,36 persen
- PT Jasa Marga (Persero) Tbk 7,08 persen
- PT Perkebunan Nusantara I 1,03 persen.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya