Berita

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Kinerja Tim Lidi Bersih Bentukan Menteri PU Disoal

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 23:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pernyataan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam pertemuan dengan media di Jakarta, pada Kamis 2 April 2026, memunculkan tanda tanya baru.

Menteri PU yang sebelumnya sangat vokal membicarakan pembentukan “tim lidi bersih” untuk memberantas dugaan penyimpangan di internal Kementerian Pekerjaan Umum, kini justru mengaku tidak mengetahui perkembangan kerja tim tersebut.

“Tim apa, sorry? Oh, nggak. Prosesnya baik. Semua masih berproses,” kata Dody kepada wartawan, Kamis 2 April 2026 ketika ditanya mengenai perkembangan tim Lidi Bersi, ia sempat terlihat tidak langsung memahami pertanyaan tersebut. 


Saat ditanya lebih lanjut mengenai update terbaru dari nilai temuan BPK per Maret 2026, yang sebelumnya terus menyusut dari Rp3 triliun di Januari 2025, lalu Rp1 triliun di Agustus 2025, Dody kembali menyatakan tidak mengetahui pasti angkanya. 

“Itu mesti tanya Bu Irjen. Saya nggak hafal. Yang kerjain kan Bu Irjen. Temuan itu kan ada beberapa di Direktorat Jenderal yang meng-upload ke sistem Badan Pemeriksa Keuangan. Daripada saya yang bicara tidak akurat, lebih baik tanya ke Bu Irjen,” kata Dody.

Direktur Evident Institut, Algooth Putranto menilai pernyatan Dody tersebut kontras dengan sikapnya pada waktu awal dia membentuk tim tersebut.

“Pada awal pembentukan ia begitu aktif mempromosikan tim “lidi bersih” sebagai simbol komitmen reformasi internal dan upaya pembersihan birokrasi. Tapi kini ia mengaku tak tidak mengikuti perkembangan tim tersebut,” kata Algooth  dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu 5 April 2026.

Lebih lanjut Algooth menekankan pentingnya transparansi dalam agenda pemberantasan korupsi. Ia mengapresiasi komitmen pemerintah, namun mengingatkan bahwa proses penyelidikan harus terbuka dan akuntabel agar tidak menimbulkan bias persepsi publik.

Ia juga menyoroti mundurnya dua pejabat tinggi Kementerian PU pada akhir Februari 2026, yakni Direktur Jenderal Cipta Karya dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air. Padahal mereka baru menjabat saat temuan audit mulai muncul, sehingga keterkaitan langsung dengan indikasi kerugian negara perlu dikaji secara hati-hati. Dalam hal ini, asas praduga tak bersalah menjadi prinsip penting.

Pandangan serupa disampaikan akademisi akuntans dari STIE Madani, Adi Prihanisetyo. Ia menegaskan bahwa temuan audit bukanlah vonis hukum, melainkan indikasi awal yang harus diuji lebih lanjut. 

“Dengan kompleksitas anggaran Kementerian PU yang mencapai lebih dari Rp100 triliun dan melibatkan ribuan proyek, proses pengambilan keputusan bersifat kolektif. Oleh karena itu, penentuan tanggung jawab tidak bisa disederhanakan hanya pada individu tertentu,” kata Adi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya