Berita

Bali Honey, salah satu UMK program Pertapreneur Aggregator. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertapreneur Aggregator Pertamina Dongkrak Omzet UMK hingga Rp5,72 Miliar

SABTU, 04 APRIL 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK) melalui program Pertapreneur Aggregator (PAG). Hingga Maret 2026, program tersebut berhasil mendorong pertumbuhan ekosistem usaha dengan capaian omzet mitra mencapai Rp5,72 miliar.

Program PAG dirancang untuk mencetak pelaku UMK sebagai agregator atau penghubung usaha yang tidak hanya mengembangkan bisnisnya sendiri, tetapi juga membantu UMK lain memperluas akses pasar, memperkuat jaringan usaha, dan meningkatkan kapasitas produksi.

Pada 2026, program ini diikuti 10 UMK terbaik hasil kurasi nasional dari berbagai sektor, seperti makanan olahan, produk kesehatan, fesyen, dan kerajinan. Para peserta memperoleh pendampingan dalam penguatan model bisnis, validasi pasar, analisis keuangan, serta pemanfaatan riset dan teknologi guna mempercepat pertumbuhan usaha.


Salah satu peserta, Rendang Gadih, mencatat omzet Rp5,72 miliar hingga Maret 2026, didukung pengelolaan jaringan produksi dan distribusi yang kuat. UMK tersebut juga tengah memperluas pasar melalui rencana kerja sama dengan ritel modern Foodhall dan program co-branding bersama Pertamina.

Sementara itu, Bali Honey berhasil meningkatkan kualitas produknya, dengan persentase madu yang memenuhi standar naik dari 34 persen menjadi 70 persen. Hingga Maret 2026, Bali Honey membukukan omzet Rp648,7 juta dan terus menjajaki peluang ekspansi pasar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Pertapreneur Aggregator menjadi bagian dari upaya perusahaan menciptakan pelaku UMK yang mampu membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

"Melalui Pertapreneur Aggregator, kami ingin mencetak pemimpin-pemimpin UMK yang adaptif dan mampu mengelola ekosistem bisnisnya secara efektif. Program ini membantu mereka memperkuat kolaborasi dan kemitraan sehingga UMK lokal memiliki daya saing di pasar nasional maupun global," ujar Baron.

Ke depan, Pertamina akan terus memperkuat program melalui pendampingan intensif, perluasan akses pasar, serta fasilitasi akses pendanaan agar semakin banyak UMK yang naik kelas dan berdaya saing.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), target Net Zero Emission 2060, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis perusahaan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya