Berita

Baliho "Usut Tuntas Tragedi KM 50, Pembantaian Syuhada 6 Laskar FPI" yang terpasang di Madura. (Foto: RMOLJatim)

Nusantara

Istigasah Cirebon Singgung Nasib KM 50 dan Kasus Vina

SABTU, 04 APRIL 2026 | 18:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Majelis Al Barkah Surya Cirebon menggelar istigasah kubro dan halal bihalal bertema keadilan untuk Indonesia bersama ratusan jemaah dan masyarakat umum di Cirebon, Jawa Barat, Jumat malam, 3 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Majelis Al Barkah Surya Cirebon, KH Muhammad Ilyas Khaelani menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan kasus-kasus besar terus menggantung tanpa kejelasan.

Beberapa peristiwa yang disinggung adalah kasus penembakan yang menewaskan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh oknum aparat kepolisian pada 7 Desember 2020 di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50. Peristiwa ini dikenal dengan tragedi KM 50.


“Jangan biarkan kasus-kasus seperti KM 50 dan Vina menggantung tanpa kepastian. Ini menyangkut rasa keadilan masyarakat,” tegas KH Ilyas dikutip Sabtu, 4 April 2026.

Sementara kasus Vina Cirebon adalah peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan keji yang menimpa seorang remaja bernama Vina Dewi Arsita (16) dan kekasihnya, Muhammad Rizky Rudiana atau Eky, pada 27 Agustus 2016 di Cirebon, Jawa Barat.

Kasus ini awalnya dilaporkan sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal di jembatan layang (flyover) Talun. Namun belakangan, peristiwa tersebut terungkap sebagai pembunuhan.

Menurut KH Ilyas, istigasah ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk tekanan moral agar hukum benar-benar ditegakkan secara adil dan transparan.

“Kalau memang itu perlu dijelaskan, maka jelaskan. Kalau itu perlu ditegakkan, maka tegakkan. Negara ini punya hukum, dan hukum tidak boleh kalah,” ujarnya.

Ia menilai, lambannya penyelesaian sejumlah perkara justru berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi negara, khususnya aparat penegak hukum.

KH Ilyas juga menyoroti pentingnya keberanian dari pemerintah untuk menuntaskan berbagai kasus yang masih menjadi beban sosial di tengah masyarakat. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah tegas.

“Kami berharap Presiden Prabowo bisa menyelesaikan ini dengan baik. Selesaikan semua kasus yang belum terselesaikan. Ini harapan masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan aparat penegak hukum, khususnya Polri, agar tetap menjaga integritas dan tidak terpengaruh oleh kepentingan apa pun dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berdoa agar aparat dijauhkan dari godaan yang merusak integritas. Hukum harus ditegakkan secara jujur, terbuka, dan profesional,” imbuhnya.

“Kami hanya bisa bermunajat. Semoga kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya