Berita

Pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Politik

Gugurnya Prajurit TNI Panggilan Agar RI Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

SELASA, 31 MARET 2026 | 12:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didik Mukrianto menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan, serta mengecam keras serangan yang dinilai sebagai kejahatan perang.

Didik menjelaskan, insiden pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, ketika Praka Farizal Rhomadhon tewas akibat proyektil artileri yang menghantam markas kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr. Sehari berselang, dua prajurit TNI kembali gugur setelah kendaraan mereka hancur akibat ledakan di dekat Bani Hayyan.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas Didik lewat akun X miliknya, Selasa, 31 Maret 2026.


Ia menilai, insiden tersebut bukan kejadian terpisah, melainkan bagian dari eskalasi konflik Israel-Hizbullah yang semakin membahayakan, sekaligus menunjukkan kegagalan mekanisme perlindungan dan dekonfliksi yang dijanjikan PBB.

Menurutnya, secara hukum internasional, pasukan penjaga perdamaian dilindungi Konvensi Jenewa dan resolusi Dewan Keamanan PBB. Namun di lapangan, kontingen UNIFIL justru menjadi target di tengah keterbatasan persenjataan dan aturan keterlibatan yang sangat restriktif.

Didik menegaskan, Indonesia tidak boleh hanya berhenti pada kecaman. Pemerintah diminta mengambil langkah tegas, mulai dari mendorong investigasi independen, membawa kasus ini ke forum internasional, hingga mengevaluasi keterlibatan dalam misi UNIFIL jika keselamatan prajurit tidak terjamin.

“Jangan sampai korban demi korban hanya dianggap sebagai risiko misi,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan tekanan diplomatik melalui forum multilateral, serta peningkatan kesiapan TNI dalam misi perdamaian ke depan.

“Kematian tiga prajurit ini bukan akhir dari cerita. Ini panggilan bagi Indonesia untuk berhenti jadi “pemain cadangan” di panggung internasional yang kejam. Kita hormati pengorbanan mereka dengan tindakan nyata, bukan hanya pidato duka," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya