Berita

Ilustrasi Pasukan UNIFIL (Sumber: Gemini Generated Image)

Dunia

Apa Itu UNIFIL dan Tugas Pasukan TNI di Lebanon?

SELASA, 31 MARET 2026 | 06:03 WIB | OLEH: TIFANI

RMOL. Satu orang prajurit TNI dilaporkan gugur saat konflik antara kelompok Hizbullah dan Israel pada Minggu (29/3/2026). Kabar tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, melalui platform X pada Senin (30/3/2026).

Diketahui, prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon dari Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, Aceh. Ia tengah bertugas sebagai penjaga perdamaian PBB dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

UNIFIL merupakan misi yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjaga stabilitas di kawasan perbatasan Lebanon dan Israel. Misi ini resmi dibentuk pada 19 Maret 1978 melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 425 dan 426, menyusul meningkatnya konflik di wilayah tersebut.


Dalam pelaksanaannya, UNIFIL memiliki mandat utama untuk memastikan penghentian permusuhan, mendukung Angkatan Bersenjata Lebanon, serta melindungi warga sipil di area operasi. Selain itu, misi ini juga bertujuan membantu pemerintah Lebanon dalam memulihkan otoritas efektifnya, sekaligus menjaga perdamaian dan keamanan internasional di kawasan yang rawan konflik.

Indonesia sendiri mulai bergabung dalam misi ini pada 2006 melalui Kontingen Garuda (Konga), yakni pasukan TNI yang dikirim untuk operasi perdamaian dunia. Hingga April 2024, Indonesia tercatat menjadi salah satu kontributor terbesar di UNIFIL dengan mengirimkan lebih dari 1.200 personel, menempatkannya di antara negara penyumbang pasukan terbanyak bersama India dan Ghana.

Kontribusi tersebut melanjutkan rekam jejak panjang TNI dalam misi perdamaian global sejak 1957, dengan penugasan di berbagai negara seperti Mesir, Kongo, Vietnam, hingga Sudan. Dalam misi UNIFIL, prajurit Indonesia juga kerap mendapat pengakuan internasional atas profesionalisme mereka, termasuk penghargaan Medali PBB. 

Pada 2020, pasukan TNI dilaporkan pernah berperan dalam meredakan ketegangan dengan mengadang pergerakan tank Merkava milik pasukan Israel di wilayah perbatasan Lebanon.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya